Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita CiamisSapi Bantuan Pemerintah di Rajadesa Ciamis Mendadak Mati

Sapi Bantuan Pemerintah di Rajadesa Ciamis Mendadak Mati

Ilustrasi Sapi. Foto: Ist/Net

Sapi Bantuan Pemerintah di Rajadesa Ciamis Mendadak Mati

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sejumlah sapi milik anggota kelompok tani (Poktan) Harapan, Dusun Cikupa, Desa Andapraja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, mati secara mendadak. Padahal, sebelumnya tidak ada tanda-tanda kalau sapi itu sakit.

Paska mendengar kabar dari anggota Poktan Harapan bernama Samsu, Kaur Umum Desa Andapraja, Asep Mulyadi, Senin (2/2/2015), membenarkan kematian sapi ternak yang terjadi secara mendadak tersebut.

“Pagi harinya, sapi itu masih terlihat sehat, lincah. Cara makannya terlihat begitu rampus,” katanya.

Di tempat yang sama, Sekdes Andapraja, Iwa, mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah sapi yang dikelola Poktan Harapan. Namun dia memastikan, sapi-sapi itu merupakan bantuan dari pemerintah dari tahun anggaran 2014, untuk kegiatan breeding. Sebelumnya, jauh-jauh hari, ada dua ekor sapi bantuan yang mati.

“Nah yang diternak oleh Samsu, kejadiannya baru kemarin ini. Tapi selang beberapa waktu setelah sapi itu mati, informasinya Poktan Harapan sempat mendatangkan dokter hewan untuk mendeteksi penyebab kematian tersebut,” katanya.

Kepala BP3K Kecamatan Rajadesa, Memed Ag.,Amd., ketika dihubungi via telepon selulernya, mengaku belum menerima laporan dari Poktan atau pemerintahan desa setempat, terkait adanya peristiwa sapi ternak yang mati secara mendadak tersebut.

“Mestinya Poktan secepatnya melaporkan kejadian itu. Tapi kami akan ngecek langsung bagaimana perkembangannya,” katanya.

Peternak sapi yang enggan dikorankan, memperkirakan, kematian sapi itu disebabkan karena penyakit blas (perut kembung). Menurut dia, pemicunya biasanya dari kesalahan saat pemberian pakan.

“Atau bisa saja peternak memberinya rumput basah. Padahal, untuk mengantisipasi penyakit blas, pakan harus dalam keadaan kering, dan alangkah baiknya sebelum pakan rumput diberikan, terlebih dahulu disemprot dengan air garam,” ucapnya. (dji/Koran-HR)

- Advertisment -