Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita Pangandaran10 Hektar Lahan Gambut Di Pangandaran Disulap Jadi Tambak Produktif

10 Hektar Lahan Gambut Di Pangandaran Disulap Jadi Tambak Produktif

Ketua Kelompok Karya Tirta, Jera, saat menunjukkan kepiting dari tambak yang dikelola kelompoknya di Pamotan, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran. Foto: Ntang sr/HR.

Ketua Kelompok Karya Tirta, Jera, saat menunjukkan kepiting dari tambak yang dikelola kelompoknya di Pamotan, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran. Foto: Ntang sr/HR.
Ketua Kelompok Karya Tirta, Jera, saat menunjukkan kepiting dari tambak yang dikelola kelompoknya di Pamotan, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran. Foto: Ntang sr/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Lahan seluas 10 hektar yang tadinya hanya lahan gambut di blok Palatar Agung, Desa Pamotan, Kec. Kalipucang, Kab. Pangandaran, kini telah berubah menjadi hamparan lahan tambak bagi budidaya kepiting, ikan blanak, mujair, bandeng dan udang.

Lahan tersebut kini menjadi lahan produktif bagi warga dusun Ciawitali, dan sangat cocok bagi perikanan air payau. “Kami melakukan pembuatan tambak sama sekali tidak menerima bantuan dari pemerintah, murni swadaya kelompok,” ucap Jera, Ketua Kelompok Karya Tirta, kepada HR online, Senin, (23/03/2015).

Selain belum adanya respon dari pihak Pemkab Pangandaran melalui dinas terkait. Kelompok ini pun mengaku, tidak pernah mendapatkan bimbingan teknis dari Dinas Perikanan, mereka murni mempelajarinya secara otodidak.

Meski begitu, Jera dan sejumlah anggota kelompoknya berharap adanya perhatian Pemkab Pangandaran, untuk semakin memajukan usaha tambak perikanannya. “Bila pihak Pemkab ada kepedulian, kami sangat berharap. Agar usaha kami semakin maju,” harapnya.

Selain itu, Jera dan kelompoknya mengharapkan pula bimbingan teknis agar usaha budidayanya semakin meningkat, dan dapat menghasilkan panen yang baik.

Budidaya kepiting dan bandeng, menurut Dayat pemilik tambak, memerlukan waktu selama empat bulan, dengan memberikan pakan sejenis pellet (pakan buatan) dalam sehari sebanyak dua kali.

“Selama ini tidak kesulitan dalam memasarkan hasil panen, untuk pemenuhan kebutuhan di Pangandaran saja belum terpenuhi. Untuk itu, kami ingin sekali meningkatkan hasil panen,” ujarnya.

Harga satu kilo kepiting ditampun Bandar mencapai Rp. 70-80 ribu, sementara bandeng dibandrol seharga Rp 16 ribu/kg, ikan blanak Rp 25 ribu/kg, mujair Rp. 20 ribu/kg dan undang Rp. 60 ribu/kg. (Ntang sr/R1/HR-Online)

- Advertisment -