Dewan Tuding Pembinaan UMKM Ciamis tak Maksimal

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Asep Roni, di sela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2015, menyampaikan keprihatinan soal kondisi UMKM Ciamis, Selasa (10/03/2015), di Gedung Islamic Centre. Photo : Deni Supendi/ HR

Dewan Tuding Pembinaan UMKM Ciamis tak Maksimal

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis mengaku prihatin lantaran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ciamis belum berkembang dengan baik. Hal itu diketahui setelah Dewan berhasil mendatangi sejumlah pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Ciamis.

Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Asep Roni, di sela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2015, Selasa (10/03/2015), di Gedung Islamic Centre, menyampaikan keprihatinan tersebut.

Asep menilai, Pemerintah Kabupaten Ciamis belum maksimal melakukan pembinaan terhadap para pelaku UMKM. Pembinaan itu, kata dia, meliputi produksi, pengemasan hingga pemasaran produk UMKM.

“Kedepan, kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis juga memikirkan masalah ini. Pemerintah perlu memberikan dukungan penuh terhadap UMKM, dengan melakukan pembinaan, pengawalan dan memajukan UMKM tersebut,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Asep mengaku iri dengan langkah yang diambil oleh pemerintahan di daerah lain. Menurutnya, saat melakukan kunjungan ke wilayah Tangerang, pihaknya mendapati sebuah kebijakan yang sangat pro terhadap para pelaku UMKM.

“Disana, pelaku UMKM mendapat porsi perhatian yang besar dari pemerintah. Salah saunya memfasilitasi kemajuan UMKM, mulai dari produksi, pengemasan sampai pemasaran produk khas daerah tersebut,” tandasnya.

Asep juga mencontohkan, ketika dirinya berkunjung ke kawasan Objek Wisata Situ Lengkong Panjalu, dia mendapati sejumlah pelaku UMKM yang justru menjual souvenir atau produk dari daerah lain. Begitupun ketika berkunjung ke kawasan kuliner di kawasan itu.

“Mereka tidak menjual produk yang menjadi unggulan Ciamis, salah satunya souvenir. Ketika di sebuah rumah makan, kami juga bertanya, ternyata gurame yang digunakan di rumah makan itu sengaja didatangkan dari daerah lain. Padahal, Ciamis punya ikon gurame asal daerah sendiri,” pungkasnya. (Deni/R4/HR-Online)