Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariDi Ciamis, Warga Satu Kampung Terserang Penyakit Cikungunya

Di Ciamis, Warga Satu Kampung Terserang Penyakit Cikungunya

Idah (37), warga Dusun Neglasari RW 03 Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, saat menggendong anaknya berusia 7 bulan yang terkena penyakit cikungunya, di rumahnya, Selasa (03/03/2014). Foto: Andri/HR

Di Ciamis, Warga Satu Kampung Terserang Penyakit Cikungunya

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Puluhan warga RW 03, Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terserang penyakit Cikungunya. Virus penyakit yang disebar nyamuk Aedis Aegypti ini sudah menyerang warga sejak hampir sepekan yang lalu.  

Akibat penyakit Cikungunya ini, kebanyakan dari warga mengalami nyeri dan linu pada bagian sendi-sendi tulang tubuhnya. Selain itu, korbannya juga mengalami demam tinggi, sulit bergerak dan terdapat bintik-binti merah pada kulit tubuhnya.

Idah (37), warga Neglasari, ketika ditemui HR, Selasa (3/3/2015), mengaku, hampir seluruh anggota keluarganya terserang Cikungunya. Dia dan ketiga anaknya secara bergantian mengalami nyeri dan linu di sekujur badan. Begitu juga dengan anak ketiganya yang masih berusia tujuh bulan.

“Sudah satu minggu ini keluarga saya terkena serangan Cikungunya. Mulai dari saya, kemudian suami, lalu anak-anak,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua RW 03, Dusun Neglasari, Saripin (50), ketika ditemui HR, Selasa (3/3/2015), membenarkan hampir seluruh warga yang ada di lingkungan tersebut terserang Cikungunya. Menurut dia, korbannya bukan hanya kalangan orang tua saja, tapi menyasar hingga ke anak-anak.

”Hampir seluruh warga di lingkungan RW 03 merasakan serangan penyakit ini, baik itu anak anak ataupun orang dewasa,” katanya.

Saripin mengungkapkan, sudah hampir satu minggu ini belum ada tindakan khusus dari Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mengatasi serangan penyakit Cikungunya. Dia juga menyebutkan, warganya yang menjadi korban serangan Cikungunya mencapai 95 persen.

“Laporan sudah disampaikan. Tapi sayangnya, sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah,” pungkasnya. (Andri/Koran-HR)

- Advertisment -