PSGC Ciamis saat melawan Perseru Serui pada laga uji coba di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (01/02/2015). Foto: Eli Suherli/HR
Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Pelatih Perseru Serui, Agus Sutiono, mengatakan, faktor istirahat yang cukup panjang, akibat adanya pengunduran jadwal kompetisi Indonesia Super liga (ISL), yang membuat performa skuadnya menurun saat ditekuk PSGC Ciamis dengan skor 2-1, pada laga uji coba di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (01/02/2015).
“Terus terang, sepanjang pertandingan tadi, performa pemain kami menurun drastis. Strategi permainan yang kami pola tidak berjalan baik, hingga pemain Ciamis dengan mudahnya mengobrak- obrik lini pertahanan kami,” katanya, kepada HR Online, usai laga uji coba. [Baca juga: Menang 2-1, PSGC Ciamis Tumbangkan Perseru Klub ISL Asal Papua]
Agus menambahkan, di awal babak pertama, dirinya sengaja menurunkan pamain lapis kedua untuk memberikan kesempatan jam terbang bermain. Namun, hasilnya kurang memuaskan, apalagi gol pertama PSGC tercipta akibat kesalahan kiper Perseru.
“Yang membuat kami kebobolan lebih dulu akibat kiper tidak sigap mengantisipasi bola yang dilesatkan pemain PSGC. Akibatnya, mental pemain kami sedikit menurun setelah PSGC berhasil memasukan lebih dulu,” ungkapnya.
Agus mengaku akibat adanya pengunduran jadwal kompetisi ISL, membuat pihaknya harus mengurangi jadwal latihan. Hal itu dilakukan agar pemainnya tidak mengalami kejenuhan berlatih di saat jadwal kompetisi yang selalu mengalami perubahan.
“ Makanya, kami jadi jarang berlatih menyusul jadwal kompetisi yang tidak menentu ini. Akibat waktu istirahat yang cukup panjang, membuat performa pemain kami menurun drastis saat pertandingan tadi,” ujarnya sembari menambahkan timnya menargetkan berada di papan tengah di Kompetisi ISL musim 2015 ini.
Agus pun memuji permainan skuad PSGC Ciamis yang menampilkan permainan apik dan memperlihatkan bermain dengan daya juang tinggi di lapangan. “Pemain Ciamis semangat bermainnya sangat luar biasa. Memang secara psykologis tim Divisi Utama selalu memiliki semangat juang tinggi jika melawan klub ISL,” katanya.
Tetapi, lanjut Agus, kondisi sebaliknya terjadi bagi klub ISL. Apabila menghadapi klub Divisi Utama, klub ISL tampak kurang serius jika menghadapi lawan yang levelnya di bawah mereka. “Klub ISL selalu menganggap remeh lawan apabila menghadapi klub yang kastanya di bawah mereka. Dan itu pun terjadi pada pertandingan tadi,” ungkapnya.
Agus pun mengucapkan selamat kepada PSGC Ciamis yang sudah bermain bagus dan memenangkan pertandingan dalam uji coba tersebut. “ Selamat untuk pasukan Heri Rafni Kotari. Semoga musim depan kita bisa bertemu di kompetisi ISL,” pungkasnya. (es/R2/HR-Online)