Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita PangandaranHektaran Sawah di Kalipucang Pangandaran Masih Tergenang Banjir

Hektaran Sawah di Kalipucang Pangandaran Masih Tergenang Banjir

Areal persawahan milik warga Dusun Pamotan, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, masih tergenang banjir setelah sungai citanduy meluap dua hari lalu. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Hektaran Sawah di Kalipucang Pangandaran Masih Tergenang Banjir

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setelah dua dusun di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran dilanda banjir akibat sungai meluap, yakni Dusun Pamotan Desa Pamotan dan Dusun Girisetra Desa Kalipucang, membuat hektaran areal persawahan ikut tergenang. Akibatnya, padi yang sudah membesar pun terancam puso akibat genangan banjir tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Dusun Pamotan Desa Pamotan dan Dusun Girisetra Desa Kalipucang, dilaporkan puluhan rumah terendam banjir. Sungai Santolo dan Sungai Citanduy, Kamis (12/03/2015) malam, meluap. Akibatnya, air bah mengenangi rumah warga hingga Jum’at (13/03/2015) malam. Banjir pun sempat menggenangi jalan raya perbatasan Kalipucang- Cilacap.

Dari pantauan HR Sabtu (14/03/2015) siang, banjir di dua dusun tersebut sudah mulai surut. Namun, areal persawahan masih digenangi air bah. Kini, para petani tengah pusing untuk menyingkirkan air yang membanjiri areal pesawahannya.

Didin (49), warga Dusun Pamotan yang memiliki lahan pertanian, mengatakan, memang tidak semua areal persawahan warga terendam banjir. Selain itu, lanjut dia, tidak semua pula areal persawahan yang tergenang banjir kondisinya parah. “ Tetapi, meski banjir tidak begitu menutupi areal sawah, namun dipastikan akan terjadi kerusakan pada padi. Hal ini yang membuat kami pusing,” katanya, kepada HR, Sabtu (14/03/2015).

Menurut Didin, setiap terjadi banjir di daerahnya, areal persawahan milik warga kerap manjadi korban. Karena tak jarang terjadi gagal panen atau puso akibat areal persawahan warga tergenang banjir. “ Kita minta pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi masalah banjir di daerah Kalipucang. Karena banjir hampir terjadi setiap tahun,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

- Advertisment -