Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita TerbaruIni Kejanggalan Pengadaan TIK SD Hasil Pemeriksaan Inspektorat Pangandaran

Ini Kejanggalan Pengadaan TIK SD Hasil Pemeriksaan Inspektorat Pangandaran

Inspektur Inspektorat Pangandaran, Drs. H. Apip Winayadi

Ini Kejanggalan Pengadaan TIK SD Hasil Pemeriksaan Inspektorat Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Inspektorat Kabupaten Pangandaran menemukan adanya kejangalan pada bantuan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) bagi 23 sekolah dasar, yang dikucurkan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) pada tahun 2014, dengan total anggaran mencapai Rp 1 milyar. Pasalnya, Inspektorat menilai, pengadaan bantuan TIK bagi sekolah dasar itu menyalahi aturan dan tidak memenuhi standar spesifikasi.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Pangandaran, Drs. H. Apip Winayadi, ketika ditemui HR, Senin (23/03/2015), mengatakan, sediktinya 23 sekolah dasar mendapatkan bantuan TIK tersebut dengan besaran nilai anggaran bervariasi, rata-rata Rp 53 juta.

“Karena ada temuan itu, pihak sekolah harus segera mengembalikan bantuan TIK yang sudah dikirim tersebut kepada pengusaha penyedia barang dan jasa,” kata Apip.

Apip menyebutkan, dari hasil kajian serta pemeriksaan yang dilakukan, Inspektorat menemukan adanya dugaan bahwa bantuan TIK untuk sekolah dasar, masing-masing sekolah mendapat 4 unit laptop, 2 proyektor infokus, 2 skreen layar, 2 printer dan 3 buah modem ini, tidak sesuai dengan standar spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

“Kami masih belum melakukan tindakan apapun. Untuk sementara, kami baru melakukan koordinasi dengan Disdikbudpora Pangadaran. Mudah-mudahan saja, Disdikbudpora segera memanggil ke 23 Kepala SD penerima bantuan TIK. Nantinya bisa diarahkan, agar mereka mengembalikan alat-alat peraga TIK itu kepada pihak pengusaha. Utamanya, Laptop dan Komputer, kami nyatakan tidak memenuhi standar spesifikasi,” katanya.

Selain itu, kata Apip, kejanggalan lainnya, lelang dalam pengadaan barang dan jasa (Bantuan TIK) tersebut harusnya diikuti lima perusahaan. Tapi inspektorat justru menemukan ada dua perusahaan yang memenangkan tender.

Sekretaris Disdikbudpora Pangandaran, Drs. H. Tahyo, M.Si, ketika dikonfirmasi HR melalui telepon selulernya, Senin (23/03/2015), mengaku belum mengetahui secara pasti soal temuan Inspektorat terkait kejanggalan pada pengadaan alat TIK bantuan Kemendiknas. “Kami belum dapat informasi apapun dari pihak Inspektorat terkait hal itu,” katanya.

Meski demikian, Tahyo mengaku akan berkoordinasi dengan Kepala Disdikbudpora Pangandaran, berkaitan dengan temuan Inspektorat pada pengadaan alat-alat TIK bantuan Kemendiknas untuk sekolah dasar tersebut. (Suherman/Koran-HR)

- Advertisment -