Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita BanjarKerap Dipakai Maksiat, DPRD Banjar Rencanakan Perda Kost

Kerap Dipakai Maksiat, DPRD Banjar Rencanakan Perda Kost

Foto: Ilustrasi net/Ist.

Foto: Ilustrasi net/Ist.
Foto: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Maraknya kamar kost-kostan yang kerap dijadikan tempat mesum, membuat pihak DPRD Kota Banjar merencanakan untuk membuat peraturan daerah (Perda) tentang usaha kamar kost-kostan.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Banjar, Oman Ismail, SIP., kepada HR, saat dihubungi melalui telepon selularnya, Selasa (03/03/2015). Dirinya mengaku sangat prihatin dengan kondisi banyaknya temuan bahwa kost-kostan disinyalir sering digunakan sebagai tempat mesum atau prostitusi.

Untuk sementara, peraturan yang dipakai saat ini adalah Perda pajak Hotel, Rumah Makan, dan Restauran. Sedangkan, untuk kost-kostan dikenai pajak jika memiliki lebih dari sepuluh kamar. Peraturan tersebut disamakan dengan pajak hotel. “Kami sedang merencanakan membuat Perda kost-kostan,” katanya.

Menurut Oman, untuk Perda kamar kost kini masih dalam tahap pembahasan di badan pembentukan peraturan daerah, atau Balegda (Badan legislasi daerah). Perda tersebut nantinya mengatur para pemilik kost wajib mengetahui identitas para penyewanya.

Bagi penghuni kost tidak diperbolehkan menerima tamu yang bukan keluarganya atau bukan muhrimnya melewati jam 21.00 WIB, kecuali para penghuni kost melaporkan terlebih dahulu kepada pemilik kostan. Selain itu, bagi yang sudah berkeluarga harus memiliki/menunjukkan surat nikah.

Oman juga menyebutkan, pemilik/pengusaha kamar kost-kostan harus memiliki aturan yang wajib dipatuhi oleh penghuninya. Karena, peran pemilik kost pun sangat penting dalam mengawasi atau memeriksa penghuninya.

Tidak hanya itu, peran ketua lingkungan setempat, baik RT maupun RW dan masyarakat sangat diperlukan guna mengawasi para penghuni kost yang ada di lingkungannya masing-masing.

“Pengawasan harus terus dilakukan, dari mulai aparat maupun masyarakat sekitar, hal ini untuk mencegah kegiatan negatif di kamar kost-kostan,” ucapnya.

Dengan adanya anak baru gede (ABG) berlainan jenis yang kerap ditemukan di sebuah kamar kos, Oman berharap peran orang tua supaya dapat memberikan perhatian lebih terhadap anak-anaknya. Sebab, kontrol orang tua sangat penting, untuk itu jangan sampai orang tua memberikan kebebasan kapada anak-anaknya. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -