Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita PangandaranPangandaran Masuk Kawasan Strategis Nasional dan Provinsi

Pangandaran Masuk Kawasan Strategis Nasional dan Provinsi

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbdang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2015, Selasa (3/3/2015) lalu, di lapangan Bojongsalawe, tepatnya di halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran, Mahmud, SH,MH., Selasa (3/3/2015), menyatakan bahwa Kabupaten Pangandaran masuk dalam posisi strategis, seperti Kawasan Strategis Nasional (KSN), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Strategis Provinsi (KSP).

Pangandaran Masuk Kawasan Strategis Nasional dan Provinsi

Hal itu disampaikan Mahmud, pada saat menghadiri acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbdang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2015, Selasa (3/3/2015) lalu, di lapangan Bojongsalawe, tepatnya di halaman kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran.

Mahmud menjelaskan, karena Pangandaran strategis, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki rencana untuk membangun jalan poros tengah Jawa Barat bagian selatan. Selain itu, Pemerintah Jropinsi juga berencana mengembangan destinasi wisata Pangandaran sebagai pusat pertumbuhan Jawa Barat.

Lebih lanjut, Mahmud mengungkapkan, berkaitan dengan pengembangan destinasi pariwisata, Pangandaran juga mendapat dukungan dari Kementrian Republik Indonesia dan Organisasi Internasional.

Salah satunya, kata Mahmud, Kementrian Perhubungan berencana melakukan reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang, kemudian mengupayakan peningkatan kapasitas bandara nusawiru, dan merencanakan pembangunan pelabuhan Bojong Salawe.

Menurut Mahmud, dukungan lain datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kementrian ini merencanakan pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang Pangandaran.

Disamping itu, Mahmud menambahkan, dukungan serupa juga diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta United Nation World Tourism Organization (UNWTO) atau organisasi kepariwisataan dunia.

“Kemenparekraf dan UNWTO berencana melakukan penataan destinasi pariwisata Pangandaran melalui program tata kelola destinasi pariwisata (DMO). Serta merencanakan pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui program adaptasi dan mitigasi,” ucapnya. (Mad/Koran-HR)

- Advertisment -