Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPenggalian Harta Karun di Banjarsari Ciamis Dihentikan

Penggalian Harta Karun di Banjarsari Ciamis Dihentikan

Puluhan Warga Dusun Sindangpangarengan, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat menyaksikan penggalian di lokasi yang diyakini terdapat harta karun. Foto: Suherman/HR

Penggalian Harta Karun di Banjarsari Ciamis Dihentikan

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Entah apa sebabnya, proses penggalian tanah yang diyakini terdapat harta karun didalamnya, di areal kebun milik Oco, warga Dusun Pangarengan, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dihentikan aktifitasnya. Penghentian penggalian tersebut belum diketahui alasannya. Hanya, hingga Senin (30/03/2015) petang, harta karun yang dicari belum berhasil ditemukan.

Dari informasi yang dihimpun HR, ada beberapa kabar mengenai alasan penghentian aktifitas penggalian harta karun tersebut. Ada yang menyebut bahwa aktifitas itu dihentikan setelah adanya teguran dari pihak kepolisian. Ada juga selentingan kabar bahwa warga setempat merasa resah dengan aktifitas dan keyakinan irasional para penggali harta karun. Sehingga, warga mendesak agar proses penggalian dihentikan.

Namun, hingga berita ini ditulis, HR belum berhasil menghubungi pihak kepolisian sektor (Polsek) Banjarsari untuk mengkonfirmasi soal penghentian penggalian tersebut.

Seperti diberitakan HR Online sebelumnya, seorang kakek bernama Muhamad Slamet (87), warga Kebumen Jawa Tengah bersama 4 orang pengikutnya menggali dan mencari harta karun di areal kebun milik Oco warga Dusun Pangarengan RT 01/RW 01 Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, yang dimulai Jum’at (27/03/2015) lalu.

Kabar adanya penggalian harta karun tersebut tak lama menyebar dari mulut ke mulut. Sontak, warga yang penasaran tentang penggalian harta karun ini, kemudian secara beramai- ramai mendatangi lokasi tersebut. Penggalian itu pun mendadak menjadi tempat hiburan warga sekitar.

Awal penggalian tanah tersebut bermula dari keyakinan Slamet bahwa di tempat itu ada sebuah peninggalan leluhurnya berupa wayang dan pedang yang terbuat dari emas. Selain itu, di tempat itu pun diyakini terkubur sebuah Al-qur’an dan baju jubah sakti. (Suherman/R2/HR-Online)

 Ikuti berita menarik lainnya di Harapan Rakyat Online melalui akun twitter: Koran Harapan Rakyat dan fans page facebook: Harapan Rakyat Online

- Advertisment -