Jumat, Juli 1, 2022
BerandaBerita CiamisPerda CSR dengan Perda P2PKL Bisa Disinergikan di Ciamis

Perda CSR dengan Perda P2PKL Bisa Disinergikan di Ciamis

Anggota Pansus P2PKL DPRD Ciamis, Oyat Nur Ayat, S.Ag, M.Si

Perda CSR dengan Perda P2PKL Bisa Disinergikan di Ciamis

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pansus Raperda tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (P2PKL) DPRD Kabupaten Ciamis menyambut baik munculnya gagasan akan dibuatnya Perda CSR (Corporate Social Responsibility) yang mengatur dana bantuan perusahaan. Pasalnya, jika Perda CSR dengan Perda P2PKL disinergikan, tentunya akan membantu keberlangsungan pelaku ekonomi yang berpenghasilan rendah seperti PKL.

“Jika Perda CSR nantinya disahkan, setelah melalui berbagai kajian, tentu akan berdampak positif apabila dikaitkan dengan keberadaan PKL di lingkungan kota Ciamis,” ujar Anggota Pansus P2PKL DPRD Ciamis, Oyat Nur Ayat, S.Ag, M.Si, kepada Koran HR, Selasa (03/02/2015).

Menurut Oyat, dana dari berbagai perusahaan yang terkumpul dalam CSR, bisa digunakan untuk membantu PKL, terutama dalam bantuan pembuatan grobak PKL. Sehingga, gerobak seluruh PKL di wilayah perkotaan Ciamis seluruhnya seragam.

“Selain itu, bisa juga dana CSR itu digunakan untuk mempercantik kawasan PKL agar kedepan tidak selalu mengandalkan bantuan dana APBD,” ujarnya.

Penyaluran dana CSR yang salah satunya diperuntukan guna kepentingan sektor usaha kecil seperti PKL, kata Oyat, juga bisa membangun kerjasama saling menguntungkan antara pengusaha industri besar dengan para PKL.

“Bentuk kerjasamanya seperti apa, nanti bisa dibahas kembali oleh dinas teknis. Kerjasama yang nantinya dibangun, misalkan, di setiap grobak PKL digambari produk atau logo perusahaan yang sudah memberikan dana CSR. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan saja, tetapi ada sisi kepentingan promosinya juga,” katanya.

Oyat mengatakan, dalam membangun Ciamis, tidak harus terus menerus mangandalakan anggaran dari APBD yang jumlahnya terbatas, tetapi perlu ada peran pihak swasta yang ikut membantu dalam menopang dana pembangunan.

Menurut Oyat, jika gagasan itu terwujud, keberadaan PKL tidak akan lagi menjadi momok yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Namun, keberadaan PKL malah bisa menjadi daya tarik wisata di daerah perkotaan Ciamis.

“Gagasan ini sebenarnya peluang yang sangat baik dalam rangka penataan kawasan perkotaan dan menciptakan keramaian tanpa harus melanggar aturan. Malah, sisi ekonomi kreatif dan sisi wisatanya akan tercipta dengan sendirinya, sehingga perekonomian di wilayah perkotaan Ciamis akan lebih menggeliat,” pungkasnya. (es/Koran-HR)

- Advertisment -