Sabtu, Juni 25, 2022
BerandaBerita CiamisPerempatan Cijantung Ciamis Ini Perlu Dijadikan Zona Selamat Sekolah

Perempatan Cijantung Ciamis Ini Perlu Dijadikan Zona Selamat Sekolah

Potret aktifitas siswa, masyarakat dan kendaraan di kawasan perempatan Cijantung. Photo : Heri Herdianto/ HR

Perempatan Cijantung Ciamis Ini Perlu Dijadikan Zona Selamat Sekolah

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kawasan perempatan Cijantung, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, tepatnya di Jalan Raya Ciamis-Banjar, perlu dijadikan kawasan zona selamat sekolah (ZoSS). Hal itu menyusul aktifitas di perempatan tersebut terbilang cukup tinggi, lantaran berada di kawasan pendidikan.

”Sebagai warga Ciamis, saya prihatin angka kecelakaan di kawasan perempatan Cijantung ini cukup tinggi. Soalnya, perempatan ini berada tepat di tengah-tengah kawasan pendidikan, yang notabene ramai dan padat aktifitas,” kata Dani Hediana, warga setempat, ketika dimintai tanggapan oleh HR, Senin (2/3/2015).

Menurut Dani, untuk mencegah jatuhnya korban, kawasan perempatan itu perlu dilengkapi fasilitas speed trap, zebra cross, traffic light dan rambu pembatas kecepatan kendaraan. Dia juga menilai, kawasan itu harus dijadikan kawasan zona selamat sekolah (ZoSS).

Dani menjelaskan, di perempatan Cijantung banyak dilalui siswa, karena sedikitnya ada empat lembaga pendidikan yang berada di kawasan itu, diantaranya SMA PUI, MAN, SMK Taruna Bangsa dan SMK Yakpidatek, selain itu Ponpes Cijantung dan Arrisalah.

“Disamping itu, kawasan itu juga dilalui oleh masyarakat dari Desa Utama dan Dewasari,” ucapnya.

Lebih jauh Dani mengungkapkan, jumlah siswa dan masyarakat yang melintasi kawasan perempatan tersebut jumlahnya tidak terhitung. Sementara kawasan itu berada di jalur Propinsi yang tergolong ramai lalu lalang kendaraan.

Menanggapi hal itu, Kepala SMK Taruna Bangsa, Agus Gusanto, SPd., Senin (2/3/2015), membenarkan aktifitas pengguna jalan di perempatan Cijantung sangat tinggi. Untuk itu, Dinas Perhubungan sebagai leading sektor perhubungan dan lalu lintas jalan, perlu menyikapi kondisi yang ada di wilayah tersebut. (Heri/Koran-HR)

- Advertisment -