Kamis, Mei 26, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariPetani di Banjarsari Ciamis Banyak yang Beralih Menanam Manggis

Petani di Banjarsari Ciamis Banyak yang Beralih Menanam Manggis

Buah manggis asal Desa Karyamukti, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mulai dikenal di berbagai daerah, bahkan sudah diekspor ke luar negeri. Foto: Andri S Hamara/HR

Petani di Banjarsari Ciamis Banyak yang Berlalih Menanam Manggis

Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Buah manggis memiliki rasa yang nikmat, sehingga tak heran jika banyak orang yang menyukainya. Buah yang memiliki nama latin Garcinia Mangostana ini tentunya sudah tak asing lagi bagi warga Tatar Galuh Ciamis dan sekitarnya.

Siapa sangka jika pemasaran buah manggis ini sudah tembus sampai ke luar negeri. Banyak petani yang kini mau menanam manggis, karena selain bermanfaat, harga buah manggis saat ini sangat menggiurkan.

Para petani di Desa Karyamukti, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, sekarang tengah menggeluti budidaya manggis. Bahkan hasil panen buah manggis warga Karyamukti ini sudah tembus sampai ke luar negeri.

Edi (38), petani manggis asal Dusun Karanganyar, Desa Karamukti, kepada Koran HR, Senin (23/2/2015) lalu, mengaku tertarik dengan tanaman manggis ini sejak beberapa tahun silam. Awalnya, dia menanam sebanyak 24 batang pohon manggis di kebun miliknya.

Dari hasil ketelatenannya, Edi merasa gembira lantaran buah manggis yang dia budidayakan tidak sulit untuk dijual atau dipasarkan. Bahkan, banyak bandar buah-buahan berdatangan dan membeli buah manggis miliknya.

“Awalnya saya iseng menanam pohon manggis. Waktu itu saya hanya menanam 24 batang pohon di kebun. Saat itu masih belum terbayang kalau panen nanti akan dijual kemana, jadi saya rasa saat itu buat apa menanam banyak-banyak. Namun seiring berjalannya waktu, saya malah merasa diuntungkan dengan tanaman buah manggis ini,” katanya.

Edi menuturkan, saat ini harga buah manggis lumayan mahal. Untuk buah manggis kualitas super, biasanya dibandrol Rp. 18 ribu perkilogramnya. Dan yang BS (barang sisa) masih laku dijual dengan harga Rp 8.500 perkilogram. (Andri/Koran-HR)

- Advertisment -