Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita PangandaranSopir Travel Meninggal Mendadak Saat Istirahat di Pasar Wisata Pangandaran

Sopir Travel Meninggal Mendadak Saat Istirahat di Pasar Wisata Pangandaran

Ilustrasi Meninggal. Foto: Ist/Net

Sopir Travel Meninggal Mendadak Saat Istirahat di Pasar Wisata Pangandaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Entah apa sebab pastinya, seorang sopir travel yang diketahui bernama Sopyan Hendrayana (34), warga Lingkungan Sukasari, Kelurahan Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Bandung, meninggal saat tengah istirahat di komplek Pasar Wisata Blok F No 97 atau tepatnya di Dusun Karangsari, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Minggu (29/03/2015) sore.

Namun, dugaan sementara korban meninggal akibat mengalami serangan jantung setelah kecapaian beraktifitas. Meninggalnya Sopyan, sempat membuat sopir yang tengah berkumpul di tempat tersebut panik. Pasalnya, korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, tiba-tiba mengalami kejang-kejang sambil ngorok.

Yayat Ahdiat (57), rekan korban yang juga saksi mata, mengatakan, sebelum meninggal, korban tidak mengeluh atau terlihat ada tanda-tanda mengalami sakit. Saat itu, korban tengah merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.

“Saat saya khendak menunaikan sholat, sempat terlihat korban mengalami kejang-kejang sambil ngorok. Tetapi, dia tidak meminta pertolongan. Dipikiran saya waktu itu, dia lagi pulas tidur dan sedikit mengigau,” katanya.

Setelah selesai sholat, lanjut Yayat, dirinya sempat melihat kembali korban yang saat itu sedang tidur dengan posisi terlentang. Dia pun mengaku tidak curiga bahwa korban saat itu sudah meninggal. “Hanya, tiba-tiba saja saya kepikiran ingin membangunkan korban. Karena penasaran sebelumnya korban mengalami kejang-kejang,” katanya.

Saat dibangunkan, kata Yayat, korban tidak bereaksi. Bahkan, beberapa kali dibangunkan pun korban tidak bergeming. “ Waktu itu, saya mulai curiga, jangan-jangan dia sudah meninggal, karena tadi mengalami kejang-kejang dan ngorok,” ujarnya.

Yayat pun kemudian meminta tolong kepada rekan-rekannya dan juga warga sekitar untuk memastikan kondisi Sopyan. “Setelah dilihat bersama rekan-rekan dan warga, ternyata Sopyan sudah meninggal. Terus terang, saya kaget waktu itu. Berarti ketika terdengar ngorok, dia tengah sekarat,”ujarnya.

Setelah diketahui meninggal, kejadian ini pun dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. Hasil pemeriksaan polisi, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal setelah terserang penyakit jantung. (Her/R2/HR-Online)

- Advertisment -