Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita PangandaranSuara Gamelan Gaib Kerap Terdengar di Dalam Goa Karangbolong Pangandaran

Suara Gamelan Gaib Kerap Terdengar di Dalam Goa Karangbolong Pangandaran

Goa Karang Bolong di Dusun Ciraten, RT.10, RW.3, Desa Putrapinggan, Kec. Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, diharapkan bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berlibur ke Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Goa Karangbolong Menyimpan Cerita Saat Bencana Tsunami Pangandaran

Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Goa Karangbolong konon keberadaannya berkaitan dengan sejarah seni Ronggeng Gunung. Di goa ini, dulunya atau ratusan tahun silam, sering dipentaskan seni ronggeng gunung di masa kejayaan Kerajaan Pananjung.

Sejak mulai dijamah warga sekitar pada tahun 1962, dari dalam goa itu kerap terdengar alunan suara alat musik gamelan dan tarian ronggeng. Konon, suara alat musik itu dimainkan secara gaib oleh para ‘karuhun’ atau roh manusia jaman dulu. [Baca juga: Goa Karangbolong Menyimpan Cerita Saat Bencana Tsunami Pangandaran]

“Suara-suara itu hanya terdengar satu bulan sekali, tepatnya setiap malam Jum’at kliwon saja. Sedangkan yang memainkan gamelannya tidak bisa dilihat oleh kasat mata manusia, karena mereka adalah gaib,” ujar Dayat, tokoh setempat, kepada Koran HR, pekan lalu.

Warga sekitar goa, lanjut Dayat, mempercayai bahwa di gua itu terdapat mahluk halus yang menjadi penunggu gua. Maka tak heran, warga sekitar kerap ketakutan jika malam hari melintas di sekitar kawasan goa tersebut.

Dayat menceritakan, berdasarkan sejarahnya, pada zaman dulu pagelaran ronggeng gunung selalu dimainkan di dalam Goa Karangbolong. Di goa ini pun terdapat sebuah sumur yang bernama Sumur Beji. Sumur tersebut merupakan salah satu sumur untuk pesugihan, dan selalu dipergunakan untuk mandi kembang.

“Kami berharap Goa Karang Bolong bisa menjadi daya tarik pariwisata. Namun sangat disesalkan, kini keberadaan goa masih kotor dan banyak sampah. Selain itu, maraknya aksi vandalism, dimana banyak coretan-coretan pada dinding goa dengan menggunakan spidol oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” pungkas Dayat. (Ntang/Koran-HR)

- Advertisment -