Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita BanjarWarga Keluhkan Bus Masih Lewat Jl. Kapten Jamhur Banjar

Warga Keluhkan Bus Masih Lewat Jl. Kapten Jamhur Banjar

Sebuah mobil bus melintas di Jl. Kapten Jamhur. Meski sudah ada dilarangan kendaraan besar melintas ke jalan tersebut, namun sampai saat ini tak ditaati. Foto: Hermanto/HR.

Sebuah mobil bus melintas di Jl. Kapten Jamhur. Meski sudah ada dilarangan kendaraan besar melintas ke jalan tersebut, namun sampai saat ini tak ditaati. Foto: Hermanto/HR.
Sebuah mobil bus melintas di Jl. Kapten Jamhur. Meski sudah ada dilarangan kendaraan besar melintas ke jalan tersebut, namun sampai saat ini tak ditaati. Foto: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hingga sekarang, kendaraan besar seperti bus, truck fuso dan tronton masih sering terlihat masuk ke Jl. Kapten Jamhur. Padahal, jalan tersebut bukan diperuntukkan bagi kendaraan-kendaraan yang berbobot berat. Selain jalannya sempit, masuknya kendaraan-kendaraan besar itu juga kerap mengganggu kenyamanan para pengguna jalan yang memakai kendaraan kecil.

Meski sudah terpasang rambu larangan bagi kendaraan besar untuk tidak masuk ke Jl. Kapten Jamhur, tapi masih banyak para pengemudi kendaraan besar yang melanggar aturan lalu-lintas.

Sejumlah warga mengatakan, padatnya arus lalu lintas di jalan tersebut, sehingga tidak sedikit para pengendara yang mengalami kecelakaan. Seperti diungkapkan Bobi Sadewo (37), salah satu warga Jl. Kapten Jamhur.

Menurutnya, kendaraan-kendaraan besar yang memasuki jalan itu kerap membahayakan pengguna jalan yang lain. Sebab, selain jalannya sempit, para pengemudi mobil-mobil besar juga kerap terlihat ugal-ugalan hingga menimbulkan kecelakaan lalu-lintas.

“Saya berharap, petugas Dishub bertindak tegas terhadap pengemudi seperti itu, khususnya pengemudi bus angkutan umum. Mereka banyak yang mengendarainya dengan ugal-ugalan, itu kan membahayakan,” ujar Bobi, kepada HR, Senin (02/03/2015).

Hal serupa dikatakan warga lainnya, Ivan (33). Menurut dia, kendaraan bus umum seharusnya melewati jalur Jl. Pamongkoran. Tapi mungkin karena harus memutar, maka para pengemudi bus mencari jalan pintas.

“Tata tertib di jalan seharusnya sudah merupakan suatu kewajiban bagi para pengguna jalan untuk mentaatinya. Jika kondisi ini dibiarkan dan sudah menjadi budaya, maka hal ini jelas sangat membahayakan keselamatan orang banyak,” kata Ivan.

Sementara itu, Yanto (42) warga Lingkungan Sukarame, Kel. Mekarsari, mengaku pernah mengalami kecelakaan terjatuh dari sepada motor yang sedang dikendarainya, akibat dipepet sebuah bus umum hingga dirinya mengalami luka-luka.

“Sudah tahu jalannya sempit, tapi bus tersebut tetap memaksa menyalip sampai saya terpepet dan jatuh ke aspal,” tutur Yanto, dengan nada sedikit kesal.

Menanggapi keluhan warga sekitar Jl. Kapten Jamhur, Kepala Bidang Lalu-lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika dan Pariwisata (Dishubkominpar) Kota Banjar, Supendi, menyebutkan, bus umum yang melewati jalur tersebut sudah jelas melanggar peraturan yang berlaku.

“Ini jelas pelanggaran, dan kami akan berkoordinasi dengan pihak Polantas untuk menindak bus-bus umum yang melanggar jalur tersebut,” tegasnya, saat dikonfirmasi HR melalui ponselnya.

Supendi berjanji, pihaknya akan melakukan operasi dan akan menilang, sekaligus menindak kendaraan bus yang melanggar rute jalan. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -