Minggu, Agustus 14, 2022
BerandaBerita BanjarDua Pelaku Trafficking di Banjar Dibekuk Polisi

Dua Pelaku Trafficking di Banjar Dibekuk Polisi

AS (30), pelaku pencabulan sekaligus trafficking terhadap anak di bawah umur, tengah menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polresta Banjar. Photo: Hermanto/HR.

pelaku trafficikng

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Diduga telah melakukan pencabulan sekaligus trafficking terhadap anak di bawah umur berinisial RH (15), warga Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, pria berinisial AS (30), warga Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, diciduk jajaran Satreskrim Polresta Banjar, Senin pagi (11/05/2015), sekitar jam 07.30 WIB. Selain AS, polisi juga menciduk seorang remaja berinisial NS (17), karena diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjar, AKP. Shohet, SH., MH., mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari laporan orang tua korban, dimana mereka merasa curiga dengan kelakuan anaknya yang beda dari biasanya.

Dari laporan orang tua korban, maka pihaknya langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap AS dan NS. Dalam kasusu ini, kedua pelaku memiliki peran berbeda.

“AS dan korban pertama kenalan pada bulan Maret 2015. Dari perkenalan itu, keduanya menjalin hubungan asmara. Pada saat pacaran pun, AS mengaku telah melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak tiga kali. Perbuatan bejat itu dilakukan AS dan korban di sebuah kontrakan yang berada di sekitar kawasan Viaduct,” terang Shohet, kepada wartawan, saat menggelar ekspose di Makopolresta Banjar, Selasa (12/05/2015).

Kemudian, lanjut Shohet, Hubungan asmara AS dengan korban putus di tengah jalan. Karena sakit hati dan kecewa, AS memberikan nomor kontak handphone korban kepada NS. Karena, AS dan NS ini saling kenal lantaran bekerja di sebuah penginapan yang sama di Kota Banjar. Bahkan NS mengetahui saat AS dan korban menjalin hubungan asmara.

Pada suatu hari, di sebuah penginapan tempat AS dan NS bekerja itu ada tamu datang. Tamu tersebut meminta ditemani wanita dan memesan kepada NS. Pada saat itu NS pun langsung mengontak korban menawarkan permintaan tamu. Ketika dikontak oleh NS, korban pun mau hingga akhirnya datang ke penginapan tersebut.

Saat transaksi harga antara korban dengan tamu, NS tidak ikut terlibat, hanya mengetahuinya saja bahwa korban dibayar Rp.400 ribu. Dari transaksi tersebut, NS dikasih oleh korban sebesar Rp.50 ribu. Setelah itu, korban melayani tamu lagi dan NS kembali diberi uang oleh korban sebesar Rp.10 ribu.

Karena perbuatan itu, terang Shohet, tersangka AS dijerat Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Sedangkan NS dijerat Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, juncto pasal 55 KUHP karena turut serta membantu terjadinya persetubuhan anak di bawah umur. “Kami akan melakukan pengembangan kasus ini,” tegas Shohet. (Hermanto/R3/Koran-HR)