Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita BanjarDi Banjar, Harga Sayuran & Bumbu Dapur Terus Naik

Di Banjar, Harga Sayuran & Bumbu Dapur Terus Naik

Warga tengah membeli kebutuhan bumbu dapur dan sayuran di pasar Langkaplancar, Kelurahan Bojongkantong, Kec. Langensari. Mereka mengeluhkan kenaikan harga yang terus melonjak. Foto: Nanang S/HR.

Warga tengah membeli kebutuhan bumbu dapur dan sayuran di pasar Langkaplancar, Kelurahan Bojongkantong, Kec. Langensari. Mereka mengeluhkan kenaikan harga yang terus melonjak. Foto: Nanang S/HR.
Warga tengah membeli kebutuhan bumbu dapur dan sayuran di pasar Langkaplancar, Kelurahan Bojongkantong, Kec. Langensari. Mereka mengeluhkan kenaikan harga yang terus melonjak. Foto: Nanang S/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Harga sayuran dan bumbu dapur memasuki awal Ramadhan terus mengalami kenaikan di sejumlah pasar tradisional di kota Banjar, seperti terjadi di pasar Langkapancar, kelurahan Bojongkantong, Kec. Langensari.

“Harga kacang panjang dari semula 6 ribu jadi 10 ribu perkilogram. Begitu juga kangkung, yang tadinya perikat hanya 1500 menjadi 2 ribu,” ucap Entin (29), pedagang sayuran di pasar Langkaplancar, kepada harapanrakyat.com, Minggu (21/06/2015).

Untuk bumbu dapur, kata Entin, terjadi kenaikan harga untuk komoditas bawang merah, yang semula Rp. 28 ribu, sekarang menjadi Rp. 34 ribu/kg. “Cabai juga mengalami kenaikan, dari 35 ribu menjadi 45 ribu perkilogram,” tambahnya.

Kenaikan harga juga terjadi pada kebutuhan sembako, seperti minyak goring, telur dan lainnya. Hal itu, menurut Atun (39), pedagang Sembako, sudah biasa terjadi kenaikan harga menjelang puasa dan awal puasa.

“Kenaikan akan terjadi lagi nanti mendekati lebaran. Kalau saya kan menjual barang dagangan mengikuti harga pasar saja,” ucapnya.

Saat ini, harga gula pasir telah mencapai Rp. 15 ribu/kg, minyak goring Rp. 12/kg, dan telur telah menembus harga Rp. 22 ribu/kg.

Kenaikan harga sembako, sayuran dan bumbu dapur, telah memberatkan warga yang tengah berbelanja di pasar Langkaplancar. Seperti dikatakan, Karni (35), ibu rumah tangga, “Sekarang bawa uang lima puluh ribu ke pasar itu tidak cukup. Saya berharap harga sayuran dan kebutuhan pokok tidak naik lagi jelang lebaran,” harapnya. (Nanang S/R1/HR-Online)

- Advertisment -