Suasana pembelajaran siswa TK Tunas Pertiwi dan Siswa Kelas Tiga SDN 4 Situmandala. Photo: Heri Herdianto/HR
Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Situmandala terpaksa disekat menjadi dua bagian, satu ruangan untuk kelas dan satu ruangan lainnya untuk kelas Taman Kanak-kanak (TK). Ironisnya, pembagian ruangan tersebut sudah berlangsung lebih dari dua tahun lamanya.
Eti Rohaeti SPd, Guru Kelas SDN 4 Situmandala, ketika ditemui HR, Senin (01/06/2015), di ruang guru, membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, penyekatan ruangan tersebut menggunakan kayu triplek.
Kepada HR, Eti mengungkapkan, kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan para siswa saat belajar. Terlebih, ketika siswa kelas tiga ingin keluar, mereka terpaksa harus melewati ruangan kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar siswa TK.
“Soalnya ruangan itu hanya memiliki satu pintu,” ungkapnya.
Eti menjelaskan, saat ini jumlah siswa di SDN 4 Situmandala mencapai 103 orang. Jumlah itu dibagi menjadi enam Rombongan Belajar (Rombel). Sebenarnya, ruangan kelas SDN 4 Situmandala sudah memadai. Sayangnya, fasilitas pembelajaran TK Tunas Pertiwi belum maksimal, sehingga pihak sekolah memberikan satu ruangan dengan cara disekat untuk ruangan belajar siswa TK.
Disamping soal itu, kata Eti, SDN 4 Situmandala juga belum memiliki ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan ruangan perpustakaan. Bahkan, karena keterbatasan ruangan, pihak sekolah terpaksa menggunakan ruangan kantor untuk perpustakaan dan ruangan UKS.
“Pembagian ruangan juga terpaksa dengan cara disekat menggunakan lemari peralatan kantor,” katanya.
Di tempat terpisah, Eroh SPd, Kepala TK Tunas Pertiwi, membenarkan, pihaknya masih menumpang di ruangan kelas milik SDN 4 Situmandala. Alasannya karena TK Tunas Pertiwi belum mempunyai ruangan sendiri.
Eroh menjelaskan, pihaknya diberi kesempatan oleh SDN 4 Situmandala untuk menggunakan ruangan yang selama ini dipakai untuk kegiatan pembelajaran kelas tiga. Penyekatan terpaksa dilakukan karena SDN 4 Situmandala tidak mempunyai ruangan lain.
“TK ini berdiri tahun 89. Awalnya, karena ada sistem sekolah pagi dan siang, SDN 4 Situmandala memiliki kelebihan ruangan. Salah satunya digunakan untuk pembelajar siwa TK. Tapi, pada tahun 2013, ada perubahan kebijakan, sistem sekolah pagi siang dihilangkan. Akibatnya, ruangan yang tadinya dipakai pembelajaran siswa TK terpaksa disekat dibagi dua. Satu bagian untuk siswa TK, bagian lain untuk siswa kelas tiga SDN 4 Situmandala,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Eroh berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis mencarikan solusi untuk mengatasi ketersediaan fasilitas ruangan bagi TK Tunas Pertiwi. (Heri/Koran-HR)