Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarLagi, Jelang Ramadhan Harga Sembako di Pasar Banjar Naik

Lagi, Jelang Ramadhan Harga Sembako di Pasar Banjar Naik

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, harga daging ayam dan sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Banjar mulai merangkak naik. Satu kilogram daging ayam yang semula Rp. 28 ribu per kilo, kini naik menjadi Rp.34 ribu.

Selain ayam potong, harga yang mulai mengalami kenaikkan adalah bawang merah dan beberapa jenis sayur mayur. Menurut sejumlah pedagang di Pasar Banjar, kenaikan harga ini dipicu adanya permintaan yang tinggi, namun tidak diimbangi dengan persediaan, sehingga berimbas kepada konsumen.

“Kenaikan harga ini biasanya pasokan berkurang, jadi para pedagang berebut dan berimbas pada kenaikkan harga,” ujar Wawan, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Banjar, kepada HR, Selasa (09/06/2015).

Menurutnya, sejauh ini pasokan daging ayam masih aman dan terpenuhi. Meski begitu, kenaikan harga tetap tidak terbendung lagi, yang akhirnya memaksa para pedagang pasar untuk ikut menaikkan harga.

“Hal ini memang sudah biasa, karena setiap menjelang puasa maupun lebaran, harga kebutuhan pokok pasti selalu naik,” kata Wawan.

Selain harga ayam potong, harga bawang merah pun turut mengalami kenaikkan, dimana harganya kini sudah mencapai Rp.32 ribu per kilogram. Sebelumnya harga komoditas tersebut masih dikisaran Rp.27 ribu per kilogram.

Fitri, salah seorang pedagang sayuran, mengatakan, naiknya harga bawang merah karena para suplayer kembali menaikkan harga dengan berbagai alasan. Diantaranya karena sulitnya pasokan di tingkat petani akibat gagal panen, serta kurang bagusnya tanaman bawang petani.

“Dengan begitu, maka kami pun sebagai pedagang terpaksa menaikkan harga kepada konsumen,” tutur Fitri.

Sementara itu, Wina, salah seorang pembeli, mengatakan, kenaikkan harga-harga bahan kebutuhan pokok sudah tidak aneh lagi. Menurut dia, jika menjelang puasa atau lebaran sudah dipastikan harga bahan pokok pasti merangkak naik.

“Ya memang sudah tidak aneh lagi, kalau mau puasa dan menjelang lebaran pasti harga kebutuhan pokok naik. Tapi karena saya butuh, mau tidak mau ya harus dibeli, walaupun harganya naik,” kata Wina. (Hermanto/R3/Koran-HR)