Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarMalam Renungan AIDS Nusantara 2015 di Banjar, Berdampingan Tanpa Stigma & Diskriminasi

Malam Renungan AIDS Nusantara 2015 di Banjar, Berdampingan Tanpa Stigma & Diskriminasi

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Seiring dengan akan berakhirnya kucuran dana dari Global Fund (GF) sebagai lembaga donor dalam program penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia pada akhir bulan Juni 2015 ini, Yayasan Mata Hati Banjar, Jawa Barat, telah berhasil mengalih kelolakan program tersebut kepada masyarakat.

Alih kelola itu dimulai saat pelaksanaan Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) tahun 2015, yang digelar Sabtu malam (30/05/2015), di Aula BPP Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tepatnya di Kelurahan Muktisari.

Pengelola Program Penanggulangan HIV-AIDS Yayasan Mata Hati, Drs. Aam Hamdan, mengatakan, peringatan MRAN tahun ini dilaksanakan oleh Kader PIKM, Komunitas Langit, dan jaringan masyarakat independen yang tergabung dalam Jaringan Aksi Perubahan Indonesia (JAPI).

“Berbeda dengan pelaksanaan MRAN pada tahun-tahun sebelumnya, dimana kami sebagai penyelenggara kegiatan tersebut. Untuk tahun ini, alhamdulillah kader dan komunitas sebagai penyelenggaranya, sedangkan kami hanya mendukung saja,” tutur Aam, kepada HR, Minggu (31/05/2015).

Pihaknya berharap, kedepan pelaksanaan kegiatan MRAN, khususnya di Kota Banjar, bisa terus dilakukan oleh masyarakat maupun komunitas. Begitu pula pelaksanaan program penanggulangan HIV-AIDS.

Sementara itu, Ketua Pelaksana MRAN 2015, Tantri Dewi Safitri dari Komunitas Langit sekaligus Kader PIKM Muktisari, mengaku bersyukur karena pada kegiatan MRAN kali ini bisa dilaksanakan oleh kader dan komunitas.

“Mengingat pentingnya penanggulangan HIV-AIDS, begitu pula pelaksanaan MRAN di Kota Banjar, Insya Alloh untuk kedepannya pun kami siap. Namun, kami juga perlu adanya dukungan dari pihak pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut Tantri mengatakan, bahwa Malam Renungan AIDS Nusantara atau MRAN, adalah salah satu bentuk dari kepedulian masyarakat terhadap upaya penanggulangan HIV-AIDS.

Selain itu, MRAN juga merupakan kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh dunia pada setiap tahun di bulan Mei. Kegiatan bersifat non politis ini mengajak semua orang melupakan sejenak kesibukannya, untuk melakukan renungan akan bahaya penularan HIV-AIDS.

Pelaksanaan MRAN sebagai sarana menciptakan kepedulian serta penyampaian informasi pencegahan dan penyebaran HIV-AIDS di Kota Banjar. Sekaligus memikirkan dan merenungkan epidemi AIDS yang sudah banyak mengambil nyawa manusia di dunia.

“Melalui kegiatan tersebut, kita berbagi cinta dan kasih, berdampingan bersama orang dengan HIV-AIDS atau ODHA tanpa adanya stigma dan diskriminasi. Serta sebagai bentuk aksi dukungan ARV bagi ODHA untuk penanggulangan epidemi HIV-AIDS di Indonesia,” tutur Tantri.

Hal serupa dikatakan Ketua Korwil JAPI Kota Banjar, Asep Rachmat. Menurutnya, melalui Malam Renungan AIDS, masyarakat bukan hanya diajak untuk peduli terhadap masalah HIV-AIDS, namun diajak pula untuk mengambil langkah-langkah konkrit, terkait dengan penanggulangannya, khususnya di Kota Banjar.

“Kita diajak juga untuk memberi dukungan kepada ODHA, serta orang yang hidup dengan HIV-AIDS atau OHIDHA. MRAN juga diharapkan bisa mengubah penderitaan menjadi tekad dan tindakan yang membawa perubahan,” harapnya.

Dengan demikian, imbuh Asep, maka pelaksanaan MRAN dinilai sangat penting, termasuk di Kota Banjar sendiri. Untuk itu, kedepan pihaknya pun siap menggelar kembali kegiatan tersebut. (Eva/Koran-HR)