Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Diduga karena mengalami sakit jiwa, Nanang (28), seorang pemuda asal Dusun Yudanegara RT 05/ RW 01 Keluarahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, nekad membunuh pamannya (kaka dari Ibunya) sendiri dengan cara membacok mengunakan golok secara berkali-kali, Rabu (29/07/2015). Sebelum pamannya tewas, pelaku pun sempat menganiaya ibunya sendiri hingga mengalami luka-luka.
Baca juga: Pembunuhan di Konser Dangdut, Polres Ciamis Tetapkan 4 Tersangka
Saat ditemui di RSUD Ciamis, Rabu (29/07/2015) siang, Nanang, sang pelaku, yang tengah diisolasi di ruangan kejiwaan, mengakui bahwa dirinya telah membunuh Suryaman (68) yang tak lain adalah pamannya sendiri. Dengan wajah tanpa dosa, dia menceritakan kronologis pembantaian sadisnya hingga akhinya menelan satu korban tewas dan satu luka-luka.
“Paman saya itu sudah menghina Bung Karno (mantan Presiden Soekarno). Makanya, saya bacok sampai dia tewas,” katanya dengan nada emosi tinggi. Nanang, yang saat diamankan di tempat isolasi, tampak tangannya diikat tali dan ditidurkan dalam sebuah blangkar.
Sementara itu, Yoyoh (50), kerabat pelaku dan korban, mengatakan, Nanang sudah beberapa bulan terakhir ini mengalami sakit jiwa. Apabila sakit jiwanya tengah kumat, lanjut dia, dia kerap mengamuk dan melukai orang yang berada di sekitarnya.
“Seperti tadi dia (pelaku) bilang bahwa korban dibunuh karena telah menghina Bung Karno. Perkataan itu hanya halusinasi dia saja. Maklum dia tengah kumat sakit jiwanya. Kejadian sebenarnya, korban saat kejadian khendak melerai Nanang yang waktu itu akan membacok ibunya. Tapi, malah Pak Suryaman jadi korban,” terangnya.
Yoyoh menceritakan, kejadian awalnya, saat itu Nanang sekitar pukul 11.30 WIB, tadi siang, tiba-tiba saja dan tanpa sebab mengamuk kepada ibunya. Karena Nanang membawa golok, kata dia, ibunya langsung berteriak meminta tolong.
Tak lama berselang, kata Yoyoh, Suryawan, sang paman, datang ke rumahnya dan khendak melerai Nanang yang saat itu akan menghujamkan goloknya ke wajah ibunya. Namun naas, Nanang malah balik menyerang Suryaman.
“Pak Suryaman saat itu mencoba melumpuhkan Nanang dengan maksud mengambil goloknya,” katanya. Namun, kata dia, Nanang malah melawan dan menyerang Suryaman. Saat posisi Suryaman terpojok di ruangan WC, akhirnya Nanang menghujamkan goloknya ke wajah dan kepala korban hingga akhir tewas di tempat kejadian.
“Kejadiannya begitu cepat. Kami pun tidak menyangka Nanang bisa berbuat sesadis itu,” katanya. (Heri/R2/HR-Online)





