Selasa, Januari 18, 2022
BerandaBerita BanjarKaum Homoseksual di Banjar, Ada PNS Hingga yang Sukses di Dunia Usaha

Kaum Homoseksual di Banjar, Ada PNS Hingga yang Sukses di Dunia Usaha

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Kaum Homoseksual di Banjar, Ada PNS Hingga yang Sukses di Dunia Usaha

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam hal pekerjaan, banyak diantara kalangan LSL (Lelaki Suka Lelaki) atau kaum Homoseksual yang bekerja di sektor-sektor formal maupun non formal, baik di pemerintahan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun perusahaan swasta. Begitu pula di Kota Banjar, Jawa Barat.

Jhon sendiri mengaku tahu banyak tentang keberadaan mereka. Selain dari perkenalannya melalui akun media sosial, dia juga bisa dengan mudah saling mengenal satu sama lain dari teman-teman sesama komunitasnya. [Baca juga: Ini Sekelumit Cerita Kehidupan Kaum Homoseksual di Kota Banjar]

“Namun, ketika kita berkomunikasi, hal yang dibicarakan tidak jauh dari masalah pekerjaan, peluang usaha, dan tentunya masalah kesehatan. Jadi bukan membicarakan tentang hubungan intim. Banyak ko diantara mereka yang sukses usahanya, atau memiliki bakat-bakat tertentu,” ucap Jhon, kepada Koran HR, pekan lalu.

Ada empat gambaran umum informasi yang dipahami oleh kalangan LSL, diantaranya informasi yang terkait dengan kesehatan, pertemanan, pekerjaan dan juga personal mereka.

Seperti dikatakan Aldo (bukan nama sebenarnya), bahwa pertemanan diantara kalangan LSL memang cukup kuat. Ada beragam alasan kenapa mereka memiliki orientasi seksual berbeda dengan kalangan heteroseksual lain.

Dia menyebutkan, salah satu faktornya adalah lingkungan, baik di lingkup keluarga maupun lingkungan yang lebih luas lagi. Namun, tak sedikit ada pula akibat dari histori buruk pada kehidupan mereka sebelumnya.

Atas perlakuan diskriminasi yang sering dihadapi, membuat mereka cenderung memiliki kelompok sendiri. Hal itu rata-rata dilandasi oleh kesamaan pandangan maupun latar belakang histori dari kehidupan mereka masing-masing.

Kehidupan manusia memang tidak terbatas pada masyarakat putih dan hitam saja. Karena, tak bisa dipungkiri bahwa ada kehidupan masyarakat lain yang kerap dipandang sebelah mata, atau bahkan dianggap sampah masyarakat.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sehingga, dalam kesehariannya tak bisa lepas dari berbagai macam aktivitas yang melibatkan individu-individu lain untuk saling berkomunikasi, dan saling bersosialisasi. (Eva/Koran-HR)

- Advertisment -