Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarDesa Rejasari Banjar Akui Peran dan Partisipasi RT Dalam Pembangunan

Desa Rejasari Banjar Akui Peran dan Partisipasi RT Dalam Pembangunan

Pemerintah Desa Rejasari, berphoto bersama seluruh ketua RT dan lembaga desa lainnya, usai pelantikan aparat Desa Rejasari. Photo: Nanang Supendi/HR.

2Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Desa (Pemdes) Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mengakui betul peran dan partisipasi lembaga masyarakat desa dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan, serta pembangunan wilayahnya. Salah satunya yaitu peran RT dan RW.

Hal itu dikatakan Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya, kepada HR, Jum’at (07/08/2015). Menurutnya, Ketua RT dan RW, tak terkecuali BPD beserta LPM, merupakan ujung tombak pemerintah dalam membangun desa.

Dia menjelaskan, RT merupakan organisasi untuk menggerakan kegotong-royongan dan kekeluargaan, sekaligus membantu meningkatkan kelancaran tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di desa/kelurahan.

“Jadi sangat beralasan bila kami mengakui dan menghargai 46 RT dan 8 RW yang ada di Desa Rejasari ini, termasuk lembaga desa lainnya. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak akan dapat tercapai apabila tidak mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat,” tukasnya.

Apalagi dalam UU Desa, kata Nanang, mengatur keberadaan institusi atau lembaga kemasyarakatan yang sudah ada, seperti RT, RW, LPM, PKK, Karang Taruna, serta para tokoh masyarakat dapat memberikan masukan dalam perencanaan dan pengawasan.

Di Desa Rejasari sendiri, lembaga desa dan masyarakat berperan aktif dalam melaksanakan program-program pembangunan yang telah ditetapkan. Meski mendapat bantuan keuangan desa, baik ADD, Dana Desa dan lainnya, namun sejak Nanang menjabat kepala desa, terus mengajak masyarakatnya supaya membiasakan membangun desanya secara swadaya.

Alhasil, partisipasi masyarakat masih dapat terwujud dengan sangat menggembirakan. Hal itu karena digerakkan oleh semua ketua RT. Seperti pelaksanaan pekerjaan rabat beton sepanjang 1.794 meter, yang dibiayai dari dana desa pada pencairan tahap I, namun masyarakat tetap andil memberikan tenaga dan materilnya. Pembangunan tersebut tersebar di empat dusun.

“Hal itu bisa kami wujudkan dengan terus memberdayakan masyarakat, diantaranya membangun komunikasi secara intensif guna menghasilkan informasi sebagai pengambilan keputusan. Serta, menjadikan kegiatan lingkungan di masing-masing RT sebagai wahana menampung aspirasi masyarakat, dan berdiskusi untuk memecahkan permasalahan yang sedang berkembang di masyarakat,” tuturnya.

Kemudian, kata Nanang, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk selalu terlibat dalam perencanaan pembangunan desa (Musrenbangdes). Dengan begitu, maka akan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan desa.

Sementara itu, Ketua RW.06, Dusun Sindanggalih, Kirya, mewakili RT dan RW di Desa Rejasari, menyatakan, pihaknya menyambut antusias terhadap pelaksanaan pembangunan yang sedang dilaksanakan di desanya. Kerana memang infrastruktur di desanya masih banyak yang harus dibangun dan diperbaiki.

“Kami selalu berupaya menggerakan partisipasi dan swadaya masyarakat. Meskipun sudah ada anggarannya, tak ada halangan bagi masyarakat di sini untuk bekerja bersama-sama melaksanakan pembangunan, dan memberikan swadaya,” ujarnya.

Namun, Kirya juga tidak memungkiri, bahwa memang masih ada sebagian masyarakat yang belum memberikan swadayanya dengan alasan hal itu sudah ada job dan pos anggarannya. Sehingga mereka masih enggan berbuat sosial.

Ketua BPD Rejasari, Abdul Kholik, menambahkan, pihaknya terus menjalin koordinasi yang baik dengan pemerintah desa, mulai saat perencanaan hingga pelaksanaan pembangunannya.

“BPD sebagai lembaga diibaratkan seorang ibu, dan kepala desa ibarat seorang bapak. Maka, dalam rangka meningkatkan pelayanan guna mewujudkan Rejasari yang lebih baik lagi, keduanya harus bermitra dengan baik, tanpa melupakan fungsi dan perannya masing-masing,” kata Abdul.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus menjalin kebersamaan, serta menjaga kondusifitas demi kemajuan masyarakat Desa Rejasari khususnya, dan umumnya bagi Kota Banjar. (Nanks/R3/Koran-HR)