Diprotes! Kepala MAN Banjar Sebut Wartawan dan LSM ‘Cakcak Bodas’

Seorang orang tua siswa di jejaring sosial facebook mengutip pernyataan Kepala MAN Kota Banjar, Zaenal Mutaqin, saat memberikan sambutan pada acara rapat orang tua murid. Foto: Hermanto/HR

Diprotes! Kepala MAN Banjar Sebut Wartawan dan LSM ‘Cakcak Bodas’

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MTs) Banjar, Drs. Zaenal Mutaqin, dilaporkan telah melecehkan profesi wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hal itu terungkap setelah seorang orang tua murid menulis status di jejaring sosial Facebook yang mengutip pernyataan Zaenal saat memberikan sambutan pada acara rapat orang tua siswa yang digelar di sekolah tersebut.

Pada status facebook salah seorang orang tua murid menulis, pada Rabu, (9/9/2015), pihak sekolah (MAN) menyelenggarakan pertemuan dengan orang murid kelas X MAN. Dalam pertemuan itu, kepala MAN Zaenal Mutaqin mengatakan meskipun dana pendidikan sudah ada dana BOS, tapi pihak sekolah masih memerlukan dana.

Menurut Zaenal, jumlah dana yang kurang sekitar Rp. 90 juta. Dana itu akan digunakan untuk perbaikan WC, membuat tempat wudlu, membuat tralis besi jendela ruangan, dan pembelian 4 unit infocus. Makanya, pihak sekolah meminta sumbangan kepada orang tua murid yang nominalnya variatif, dari Rp. 750 hingga Rp. 900 ribu.

“Di depan para orang tua murid, Zaenal mengatakan jika ada yang keberatan mohon jangan bilang ke wartawan atau LSM. Karena wartawan dan LSM hanya “cakcak bodas” yang hanya bisa mencari keributan dan tidak bisa mencari solusi. Kalau ada orang tua yang tidak sanggup bayar, datang saja langsung ke saya secara kekeluargaan,” tulis salah seorang orang tua siswa di jejaring sosial facebook yang mengutip pernyataan Zaenal saat memberikan sambutan pada acara rapat orang tua murid.

Ketika dikonfirmasi HR Online, salah seorang orang tua murid yang menulis di jejaring sosial facebook itu enggan diwawancari lebih lanjut. Hanya, dia memastikan bahwa Zaenal mengeluarkan pernyataan seperti itu. Dia pun meminta kepada HR Online agar tidak menulis indentitasnya apabila informasi tersebut akan dimuat dalam pemberitaan.

Sementara itu, tersebarnya kutipan pernyataan kepala MAN di jejaring sosial facebook, tampaknya membuat berang para awak media maupun LSM. Seperti yang diucapkan Ketua Gabungan Wartawan Indonesia, Yudi Rasdian. Dia mengaku prihatin dengan ucapan kepala sekolah tersebut.

“Kalau memang dia (kepala sekolah) ada di jalur yang benar, kenapa mesti takut kebijakannya diketahui wartawan,”ujarnya, kepada HR Online, Kamis (16/09/2015).

Hal yang sama pun dikatakan wartawa Metro TV, Yosef Trisna. Dia menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh kepala MAN tersebut. Ia pun menanyakan apa maksud dan tujuannya kepala MAN yang menyebut wartawan “cakcak bodas”.

“Profesi kami dilindungi oleh undang-undang. Kami pun dalam menulis berita sesuai selalu berpijak pada kode etik jurnalistik dan sesuai dengan fakta di lapangan. Terus apa maksud dan tujuan kepala MAN mengucapkan seperti itu,”katanya, Kamis (17/09/2015).

Sementara itu, Ketua Umum Organisasi Masyarakat Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Kota Banjar, Deni Mulyadi mengatakan, apa ucapan kepala MAN yang disampaikan di hadapan orang tua siswa itu sangatlah tidak etis. Apalagi, lanjut dia, kepala MAN adalah orang yang berpendidikan.

Hingga berita ini diunggah, HR belum berhasil menemui Kepala MAN Kota Banjar, Zaenal Mutaqin. (Hermanto/R2/HR-Online)

Loading...