Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarKomplotan Penipu Jual Tokek Diringkus Satreskrim Polres Banjar

Komplotan Penipu Jual Tokek Diringkus Satreskrim Polres Banjar

Empat orang yang diduga pelaku penipuan dengan modus jual tokek, saat digiring ke ruang tahanan Mapolresta Banjar. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Jajaran Satreskrim Polresta Banjar, Jawa Barat, berhasil mengamankan empat orang yang diduga komplotan penipuan dengan modus jual hewan tokek, Jum’at (04/09/2015).

Keempat pelaku tersebut diketahui berisinial MS (45), warga Saptamarga, RT.15/3, Kelurahan Sinarbaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Sug (49), warga Dusun Citengah, RT.2/1, Desa Tegalsari, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jateng, AA (29), warga Lingkung Burujul, RT.4/5, Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, dan AJM (36), warga Dusun Cikawung, Desa Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

Modus yang dilakukan kelompok tersebut yakni dengan cara mencari korban yang membutuhkan tokek berukuran besar. Berdasarkan informasi yang dihimpun harapanrakyat.com, bahwa mereka berhasil menemukan korban asal Jakarta.

Komplotan itu pun menyanggupi tokek yang dipesan korban, namun si korban terlebih dahulu harus membayar mahar cukup mahal. Akhirnya, si korban menyerahkan sejumlah uang kepada komplotan tersebut melalui transfer. Tapi, setelah uang diterima, korban tidak pernah menerima tokek besar yang dijanjikan oleh keempat pelaku itu.

Keempat orang komplotan penipuan ini berhasil diringkus di tempat berbeda, diantaranya di Padaherang, Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, dan di daerah Cilacap, Jawa Tengah pada hari Senin (01/09/2015).

Kepala Satuan Reskrim Polresta Banjar, AKP. Shohet, membenarkan adanya penangkapan komplotan pelaku penipuan dengan modus jual tokek besar. Dia mengatakan, pelaku penipuan itu semuanya berjumlah tujuh orang.

“Namun, saat ini yang kami tahan itu baru empat orang, sementara tiga pelaku lainnya masih buron,” terangnya, kepada wartawan.

Kini, keempat pelaku penipuan itu harus mendekam di sel Mapolresta Banjar, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selanjutnya, mereka dijerat dengan Pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Hermanto/R3/HR-Online)

- Advertisment -