Pantai Batukaras dan Madasari Pangandaran Dilirik 2 Investor Besar

Pantai Batukaras dan Madasari Pangandaran Dilirik 2 Investor Besar
Pantai Batukaras, di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kepala Dinas Parawisata, Perindag dan UKM Kabupaten Pangandaran, Drs Muklis, mengatakan, ada dua investor besar asal Jakarta yang berminat mengelola objek wisata Pantai Batukaras Cijulang dan objek wisata Pantai Madasari Cimerak. Kedua investor itu akan segera melakukan penjajakan dengan Pemkab Pangandaran untuk membahas kemungkinan kerjasama yang akan dibangun dalam pengelolaan dua objek wisata tersebut.

“Investor itu baru sebatas menanyakan tentang prosedur dan mekanisme yang harus ditempuh dalam kerjasama pengelolaan objek wisata. Mungkin dalam waktu dekat mereka akan menjajaki lebih serius,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (09/09/2015).

Namun demikian, Muklis enggan menyebutkan nama perusahaan investor yang berminat mengelola objek wisata di Kabupaten Pangandaran tersebut. “Pokoknya sebuah perusahaan besar yang sudah berpengalaman di bidang pengelolaan parawisata. Saya belum mau menyebutkan nama perusahaannya, karena mereka pun belum serius menjajaki kerjasama tersebut,” ujarnya.

Muklis mengatakan, apabila dua investor itu nantinya serius ingin melakukan kerjasama, tentunya hal itu harus dibicarakan dengan berbagai pihak, seperti dengan DPRD, stakeholder parawisata dan tokoh masyarakat. “ Artinya, kami tidak bisa memutuskan sendiri, karena harus mendengarkan masukan dari berbagai pihak,” katanya.

Di tempat terpisah, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH, MH, mengatakan, secara aturan memang tidak melanggar apabila pengelolaan objek wisata dikerjasamakan dengan pihak swasta. Karena dalam Perda Pangandaran tentang Tempat Rekreasi ada klausul yang membolehkan pengelolaan wisata melibatkan pihak swasta.

“Namun, sebelum melakukan kerjasama dengan pihak swasta, tentunya harus dilakukan sebuah kajian terlebih dahulu. Apakah dengan kerjasama tersebut akan menguntungkan kedua pihak, termasuk apakah akan menguntungkan masyarakat yang berada di sekitar objek wisata tersebut,” katanya, kepada Koran HR. Selasa (09/09/2015).

Mahmud mengatakan, apabila hasil kajian menyatakan bahwa kerjasama tersebut akan berdampak besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendapat dukungan dari seluruh stakeholder di Pangandaran, kenapa tidak direalisasikan. “ Intinya kerjasama tersebut harus menguntungkan semua pihak,” imbuhnya.

Mahmud juga mengatakan, pihaknya pun saat ini terus melakukan pembenahan di seluruh objek wisata unggulan di Kabupaten Pangandaran, terutama membenahi sarana infrastrukturnya.

“Potensi PAD Pangandaran salah satunya dari sektor parawisata. Jadi, ada atau tidak investor masuk ke Pangandaran, kami terus membenahi infrastruktur parawisata. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dalam rangka peningkatan PAD,” ujarnya. (Ntang/Koran-HR)

Loading...