Minggu, Mei 29, 2022
BerandaBerita BanjarPelaku Penipuan PNS MPR-RI Serahkan Diri ke Polsek Langensari Banjar

Pelaku Penipuan PNS MPR-RI Serahkan Diri ke Polsek Langensari Banjar

Photo ilustrasi net/Ist.

penipuanBerita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pelaku penipuan bermodus menjanjikan korbannya menjadi PNS di kantor MPR RI berinisial NM, S.Pd., warga Kampung Kidul Citanjung, RT.01/06, Blok Makam, Desa Buniseuri, Kec. Cipaku, Kabupaten Ciamis, akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Langensari, Kota Banjar.

Sebelumnya, pelaku menipu uang puluhan juta rupiah terhadap Saeful Anwar, seorang warga Dusun Purwodadi, RT.09, RW.04, Desa Waringinari, Kec. Langensari, Kota Banjar, untuk menjadikan korban sebagai PNS di kantor MPR-RI Jakarta.

“Pasca pelaporan korban yang menuntut ganti rugi dan pelaku diproses secara hukum, maka pelaku sendiri telah mencoba mendatangani kantor Polsek Langensari, untuk menyelesaikan permasalahannya,” kata anggota Reskrim Polsek Langensari, Brigadir. Agus Bimbim, kepada HR Online, Sabtu (26/09/2015).

Atas kedatangan pelaku ke Polsek Langensari, pihaknya berkewajiban memfasilitasinya dengan korban. Sebab, pelaku beritikad baik dan koopratif mengakui kesalahan, serta siap mengganti kerugian kepada korban.

“Walau sudah laporan polisi, untuk sementara korban menerima atas belum dilakukannya penahanan pelaku. Kesepakatan kedua belah pihak dituangkan dalam sebuah perjanjian, dimana NM akan menyerahkan sejumlah uang kerugian secara tunai kepada Saeful, dengan batas waktu bulan November 2015,” terangnya.

Sebelum batas waktu yang ditentukan tersebut, pelaku memberikan jaminan surat-surat berharga atas bangunan dan tanah yang dimilikinya senilai kerugian yang akan diterima korban. Dalam perjanjian itu juga disebutkan, bilamana sampai batas waktu yang ditentukan tidak menepatinya atau mengganti kerugiannya, maka pelaku siap dilanjutkan untuk diproses sebagaimana mestinya ketentuan hukum.

Sementara itu, Saeful Anwar, selaku korban, membenarkan, bahwa pelaku telah mendatangi dirinya, dan sanggup mengembalikan ganti rugi uang atas penipuan yang telah dilakukan padanya.

“Kesanggupan NM telah dituangkan dalam surat perjanjian di atas materai. Dia sanggup mengembalikan uang sebagaimana sejumlah yang telah diterimanya dari saya pada waktu itu, yakni sebanyak 65 juta rupiah,” katanya.

Namun, Saeful menegaskan, jika pelaku berbuat salah lagi atau tidak menepati janjinya sesuai batas akhir pengembalian bulan November 2015, maka tak segan-segan dirinya langsung meminta pelaku untuk ditahan dan dipenjarakan. (Nanks/R3/HR-Online)

- Advertisment -