Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarRupiah Lemah, Iklim Investasi di Banjar Terganggu?

Rupiah Lemah, Iklim Investasi di Banjar Terganggu?

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Rupiah Lemah, Iklim Investasi di Banjar Terganggu

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT) Kota Banjar, mengkhawatirkan pelemahan nilai tukar rupiah menembus level Rp.14.000,- per dollar AS, akan mengganggu iklim investasi daerah.

Hal itu dikatakan Kabid. Penanaman Modal BPMPPT Kota Banjar, Jaja Parjaman, saat ditemui HR di ruang kerjanya, pekan lalu. Menurut dia, dengan kondisi perekonomian dan lemahnya nilai tukar rupiah sekarang ini, pihaknya menyadari hal itu dapat mengganggu investor yang akan memulai atau ekspansi investasi yang eksisting.

“Bisa jadi yang akan mulai investasi, atau juga investasi yang sedang berjalan dan hendak melakukan perluasan di Kota Banjar, akan menundanya,” ujar Jaja.

Meski demikian, untuk investasi eksisting yang berorientasi perdagangan dan jasa akan tetap melajutkan ekspansinya. Tapi, pihaknya juga mengakui, bahwa perkembangan investasi Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Banjar, hanya sedikit sektor yang menambah investasinya.

Dia menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki BPMPPT, pada semester I tahun 2015 ini belum ada PMA yang menambah investasinya. Sedangkan, untuk PMDN hanya ada beberapa sektor/sub sektor saja yang menambah investasinya.

Pihaknya juga mencatat, jumlah nilai penambahan investasi eksisting PMDN semester I tahun 2015 sebesar Rp.19.272.550.000 dengan jumlah 40 unit usaha, dan 253 tenaga kerja. Angka tersebut memang sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Rincian penambahan investasi eksisiting itu diperoleh dari sektor/sub sektor berupa Perdagangan dan Jasa sebesar Rp.18.504.550.000 dari 31 unit usaha, dan 204 tenaga kerja, Industri sebesar Rp.418.000.000 dari 6 unit usaha dan 25 tenaga kerja, serta Angkutan sebesar Rp.350.000.000 dari 3 unit usaha dan 24 tenaga kerja. Sementara untuk sektor/sub sektor lainnya, seperti koperasi, perhotelan, restoran, peternakan dan kesehatan, masih belum ada penambahan investasi eksisting.

Lebih lanjut, Jaja memaparkan, bahwa perkembangan nilai total investasi dari tahun 2004 sampai dengan semester I (Januari-Juni 2015), yaitu untuk PMA jumlah investasinya Rp.8.000.000.000 dari 2 unit usaha, dan 1.350 tenaga kerja.

Sedangkan, PMDN jumlah investasinya Rp.1.175.011.534.353 dari 6.437 unit usaha dan 53.418 tenaga kerja. Jadi, total keseluruhan investasi Rp.1.183.011.534.353 dari 6.439 unit usaha dan 54.768 tenaga kerja.

Nilai total itu diperoleh dari Perdagangan dan Jasa dengan jumlah investasinya Rp.873.269.061.693 dari 3.509 unit usaha dan 23.201 tenaga kerja, Industri Rp.154.522.120.027 dari 2.654 unit usaha dan 16.826 tenaga kerja.

Kemudian, Koperasi Rp.20.560.466.150 dari 118 unit usaha, dan 13.464 tenaga kerja, Perhotelan Rp.5.318.250.000 dari 13 unit usaha dan 68 tenaga kerja, Restoran Rp.7.610.000.000 dari 51 unit usaha dan 214 tenaga kerja, Angkutan Rp.77.953.000.000 dari 73 unit usaha dan 601 tenaga kerja, Peternakan Rp.9.272.565.189 dari 8 unit usaha dan 157 tenaga kerja, serta Kesehatan Rp.34.506.071.294 dari 13 unit usaha dan 237 tenaga kerja.

“Untuk bulan Juli sudah ada penambahan investasi eksisting sebesar Rp.286.000.000, dan Agustus ini ada senilai Rp.850.000.000,” terangnya.

Lanjut Jaja, guna meningkatkan minat investasi di Kota Banjar, pemerintah kota melalui BPMPPT terus berupaya menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif, antara lain dengan melakukan sosialisasi tentang peraturan daerah mengenai penanaman modal di Kota Banjar. Termasuk menjalin komunikasi yang baik terhadap para pelaku usaha atau investor yang ada.

“Kami tetap optimis, geliat investasi PMDN akan tetap terjaga dan terus ada peningkatan. Semoga saja kekhawatiran pelemahan rupiah terhadap investasi di Kota Banjar, tidak berkepanjangan, dan nilai tukar rupiah terjadi perbaikan atau pergeserannya meningkat,” pungkas Jaja. (Nanks/Koran-HR)