Di Pangandaran, Wayang Golek jadi Media Sosialisasi Lingkungan Hidup

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Penjabat Bupati Pangandaran, Drs. H. Daud Achmad, menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kelestarian alam, khususnya yang ada di wilayah Pangandaran. Hal itu disampaikannya kepada ribuan penonton saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Peningkatan Perlindungan Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup, melalui pagelaran wayang golek, di Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu malam (24/10/2015).

Dia juga menegaskan, dalam Al Qur’an surat Ar Room ayat 41 dan 42, Allah mengingatkan kepada manusia bahwa telah terjadi kerusakan di darat maupun di lautan. Allah mengingatkan, siapa yang merusak maka Allah akan memberikan peringatan kepada manusia berupa bencana alam.

“Yang merusak darat dan lautan siapa lagi kalau bukan manusia. Peringatan diberikan Allah kepada kita, supaya kita kembali ke jalan yang benar. Artinya, kita manusia jika merusak alam itu salah. Makanya hutan yang ada di Pangandaran, khususnya di Langkaplancar, Cigugur, coba dijaga kelestariannya,” tegas Daud.

Karena, jika hutan di gunung telah rusak, maka Pangandaran tidak akan ada apa-apanya. Green Canyon dan Citumang tidak akan ada lantaran airnya pun kering, sebab air tersebut berasal dari hutan.

“Jadi, kita harus bisa menjaga lingkungan, menjaga hutan, menjaga alam yang ada di Kabupaten Pangandaran, dan yang harus diperhatikan juga adalah pengelolaan sampah,” katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Daud juga menghimbau agar masyarakat memberi tahu tentang perizinan di Kabupaten Pangandaran kepada siapa pun yang ingin membangun, serta mengembangkan ekonomi  di Pangandaran.

“Pangandaran sudah menjadi kabupaten, sudah punya pemerintahan sendiri, sudah punya Kantor Badan Perizinan, sudah punya kantor Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, maka para pelaku usaha harap menempuh prosedur perizinananya,” ucap Daud.

Dia pun mencontohkan, untuk membangun sebuah hotel di Pangandaran tidak begitu saja membangun, tapi harus memperhatikan beberapa hal, misalnya berapa jumlah kamar yang akan dibangun, karena akan menentukan berapa banyak air yang diperlukan.

“Kemana akan membuang sampah dan limbah. Dimana menempatkan tempat parkir kendaraan, dan saya berharap hal ini didukung oleh semua kalangan masyarakat untuk Pangandaran yang lebih maju,” harapnya. (Askar/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA