Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita BanjarJalin Kesepahaman, KPU Banjar Kunjungi Kantor Koran HR & HR Online

Jalin Kesepahaman, KPU Banjar Kunjungi Kantor Koran HR & HR Online

Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Muhklis, S.Pd.I., menyerahkan cenderamata kujang kepada General Manager, Koran Harapan Rakyat & HR Online, Bachtiar Hamara, di acara kunjugnan ke media, Selasa, (20/10/2015). Photo: Adi Karyanto.

KPU-HR editBerita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Guna melaksanakan salah satu kegiatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjar, sekaligus mempererat tali silaturahmi, jajaran Komisionar KPU Kota Banjar mengadakan kunjungan media (Media Visit), ke Kantor Redaksi Koran Harapan Rakyat (HR), di Jl. Kapten Jamhur, Selasa (20/10/2015), sekitar jam 10.00 WIB.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh General Manager (GM) Koran HR dan Harapan Rakyat Online, Bachtiar Hamara, Pimpinan Redaksi, Subakti Hamara, serta Sekretaris Redaksi, Adi Karyanto.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Muhklis, S.Pd.I., menyampaikan hasil riset yang dilakukan pihaknya bekerjasama dengan STISIP Bina Putera Banjar, mengenai pemahaman, persepsi dan pengalaman terhadap politik uang (money politics/votebuying) pada Pemilu tahun 2014 di Kota Banjar.

Dari hasil riset itu, bila dilihat berdasarkan latar belakang masalah, angka partisipasi pemilih dalam Pemilu tahun 2014 di Kota Banjar mencapai 77,39 persen. Namun, angka tersebut perlu dipertanyakan apakah berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat terhadap proses Pemilu.

Sebab, total skor dari analisis yang dilakukan diperoleh persentase sebesar 62,84 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tanggapan responden atas praktek politik uang pada Pemilu Legislatif tahun 2014 di Kota Banjar, rata-rata menjawab setuju untuk pernyataan Variabel Money Politics.

Kemudian, total skor dari analisis tersebut diperoleh persentase sebesar 61,90 persen dari kriteria yang ditetapkan. Hal itu menunjukkan bahwa tanggapan responden atas partisipasi politik pada Pileg tahun 2014 di Kota Banjar rata-rata menjawab setuju untuk pernyataan Variabel Partisipasi Politik.

Besarnya pengaruh politik uang terhadap partisipasi politik pada Pileg di Kota Banjar tahun 2014, diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,077, apabila dipersentasekan sebesar 7,70 persen. Sedangkan, sisanya sebesar 92,30 persen merupakan pengaruh faktor lain yang tidak diteliti.

Dengan demikian, maka masyarakat harus terus meningkatkan kesadarannya akan pentingnya partisipasi dalam politik. Sebab, partisipasi politik dalam Pileg akan menentukan wakilnya yang akan turut menentukan nasib masyarakat selama lima tahun.

“Partai politik seharusnya meningkatkan perannya dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Selain itu, para calon anggota legislatif juga seharusnya melakukan kampanye dengan cara-cara yang lebih inovatif, dan melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat,” papar Dani.

Selanjutnya, civil society seharusnya memaksimalkan pergerakannya kepada masyarakat. Begitu pula penyelenggara pemilihan umum bersama stakeholder lainnya perlu untuk membuat perangkat aturan atau regulasi yang jelas, dan tegas terhadap praktek politik uang. (Eva/R3/HR-Online)