Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaBerita PangandaranJamaah Haji Asal Pangandaran Meninggal Dalam Tragedi Mina

Jamaah Haji Asal Pangandaran Meninggal Dalam Tragedi Mina

Tiga orang anak Alipudin memperlihatkan photo bapaknya yang meninggal dalam tragedi Mina saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah. Photo: Suherman/HR.

JAMAAH HAJI ASAL PANGANDARAN MENINGGAL_3BBerita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-
Kabar duka menyelimuti keluarga Alipudin Sawirja Kaco (53), jemaah haji asal Dusun Kersaratu, RT.26/07, Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang meninggal dunia dalam tragedi Mina saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah.

Alipudin merupakan jemaah haji Indonesia, kloter 61 KBIH Bandung, dengan Nomor Paspor B0745298. Ia berangkat melaksanakan ibadah haji bersama mertuanya. Kabar duka tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga pada hari Sabtu, (03/10/2015) dari Kementerian Agama (Kemenag).

Menantu Alipudin, Iin Sirojudin, saat dihubungi HR Online, Minggu (04/10/2015), mengatakan, mertuanya tersebut berangkat melaksanakan ibadah haji bersama kedua orang tuanya. Dirinya pun tak mengira kalau mertuanya itu menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi Mina ketika akan melempar jumroh.

“Saya baru mengetahui ayah mertua saya meninggal dari siaran televisi swasta, dan setelah saya cek melalui webset Kemenag, ternyata benar mertua saya meninggal di sana setelah saya klarifikasi langsung ke Kemenag. Pihak Kemenag juga membenarkan bahwa bapak telah meninggal. Sedangkan kakek dan nenek saya alhamdulillah selamat, meski sekarang katanya masih di rawat di rumah sakit,” tuturnya.
Iin juga mengaku, dirinya merasa kecewa dengan kinerja kementerian. Karena, menurut informasi dari jamaah yang lain, sewaktu akan melaksanakan lempar jumroh, rombongan Alipudin di belokan ke jalur lain.

Atas peristiwa tersebut, Iin berpesan kepada pemerintah agar kedepannya lebih meningkatkan pelayanan, terutama keselamatan para jamaah. Dirinya juga sangat menyesalkan pernyataan dari pihak pemerintah yang menyebutkan bahwa jamaah haji kloter 61 tidak disiplin.

Padahal sebenarnya, kata Iin, bahwa menurut saksi mata yang sudah menyampaikan kepada pihak keluarganya, kloter 61 yang terdiri 10 regu itu bukan tidak disiplin, namun ternyata ada yang membelokan karena jalurnya dibrikade oleh askar, sehingga rombongan Alipudin dibelokan ke jalur lain dan berbaur dengan rombongan dari negara Iran, Mesir, Nigeria, Eitophia dan Afrika.

“Namun, apapun yang telah terjadi, kami dan keluarga sudah mengikhlaskan, dan saya percaya jika bapak saya syahid. Karena meninggalnya dalam melaksanakan perintah Alloh,” pungkas Iin. (Suherman/R3/HR-Online)