Kasus HIV-AIDS di Banjar Meningkat, KPA Susun Rencana Kerja

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar, kini sedang giat melakukan pembenahan, salah satunya penyusunan rencana kerja KPA Kota Banjar tahun 2016, bertempat di ruang rapat I Setda Kota Banjar. Penyusunan rencana kerja berlangsung selama dua hari, takni Selasa-Rabu (20-21/10/2015).

Penyusunan rencana kerja ini dikoordinasikan dengan beberapa instansi terkait, seperti Dinkes, BKBPP, RSUD, Dishubkominfar, Kemenag, Dinsosnaker, Disdik, Kesos, Satpol PP, dan Bapeda serta mitra kerja KPA yaitu LSM Matahati. Juga tampak hadir dari KPA Provinsi Jabar dan tentunya kepengurusan KPA Kota Banjar.

Rapat penyusunan kerja dihadiri Wakil Walikota Banjar, sekaligus Ketua Pelaksana KPA Kota Banjar, DR. drg. H. Darmadji Prawirasetia, M.Si., menegaskan, KPA dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran penting dilakukan. Tujuannya supaya merapatkan atau dapat dikoordinasikan dengan intansi terkait.

“Harus ada koordinasi yang baik antara tiga pilar yaitu, KPA, LSM dan OPD terkait dalam menyelesaikan permasalahan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Banjar,” tandasnya.

Lebih lanjut Darmadji, masing-masing OPD terkait sudah selayaknya mengetahui betul apa dan dimana kiprah yang dilakukan sesuai garapannya, guna membantu dan koordinasi bersama KPA menuntaskan, serta menunggalangi penyebaran bahaya HIV-AIDS.

Pihaknya berharap, semoga saja di tahun 2016 nanti masih ada lembaga yang mendonorkan dananya seperti Global Fund kepada KPA. Kalaupun tidak ada, Pemkot Banjar sudah menganggarkannya melalui kegiatan atau program yang ada pada beberapa intansi terkait.

“Begitu pun anggaran dari APBD Kota ada yang langsung di salurkan ke KPA berupa anggaran operasional,” tegas Darmadji.

Pengelola Program KPA Kota Banjar, Boni Mastriolani, yang baru bekerja satu bulan ini, menyebutkan, jumlah kasus pengidap HIV-AIDS di Kota Banjar semakin memprihatikan. Untuk itu, pihaknya memang perlu melakukan koordinasi yang jelas dengan OPD terkait dalam masalah penanggulangan HIV-AIDS.

“Dengan kata lain, ini adalah tanggung jawab bersama. KPA sendiri akan terus berupaya dan meningkatkan kinerja guna penanggulangan penyakit berbahaya tersebut. Makanya kami sekarang perlu perencanaan kerja ke depan yang jelas, termasuk penganggarannya,” kata Boni.

Pengurus KPA Provinsi Jabar, Landri, mengatakan, berjalannya KPA di tingkat kota/kabupaten tentu harus ditopang dengan adanya kesepahaman setiap OPD terkait. OPD mempunyai peranan yang harus dijalankan dalam upaya penanggulangan penyakit tersebut, yang dikoordinasikan dengan KPA.

“Tak kalah penting pula adanya dukungan kepala daerah. Dalam hal ini tentu dalam penyusunan Renstra Pemkot Banjar dapat mengakomodir kebutuhan anggaran KPA,” tandasnya.

Landry juga menegaskan, perlu diingat bahwa mulai tahun 2016, KPA dan LSM sudah tidak lagi mendapat bantuan dana dari GF yang selama tiga tahun ini memberikan donor. Sehingga jelas, harus ada dukungan dari APBD kota/kabupaten.

“Memang tahun 2016 mendatang, ada bantuan serupa yaitu dari New Funding Model atau NFM. Namun, jumlah dananya jauh lebih kecil dibanding GF,” ujarnya.

Dia menjelaskan, GF dan NFM itu penggunaan dananya hampir sama, hanya saja bedanya NFM dipergunakan untuk penanggulangan dua penyakit sekaligus, yaitu HIV-AIDS dan Tuberculosis (TB).

Selain dana NFM kecil, juga tidak semua kota/kabupaten menerimanya. NFM diberikan kepada kota/kabupaten yang KPA-nya secara organisasi dan manajemennya cukup baik, kebijakan dukungan anggaran dari pemda yang tinggi terhadap KPA, serta sudah memiliki kebijakan regulasi, yaitu memiliki Perda dan Perwal penanggulangan AIDS. Itu prasarat yang harus dimiliki, jika mengharap NFM.

Sementara itu, Aam Ramdan, dari Yayasan Matahati, selaku LSM yang selama ini sebagai mitra kerja KPA, menambahkan, bila dilihat prasarat tersebut, akan sulit bagi KPA dan LSM yang ada di Kota Banjar ini menerima bantuan dana NFM.

“Jadi jelas, Pemkot Banjar ke depan harus lebih mendukung lagi terhadap lembaga koordinasi ini (KPA-red). Yaitu tadi, dukungan APBD, memiliki Perda dan Perwal penanggulangan AIDS,” tandasnya. (Nanks/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA