Waduh! 803 Unit Kendaraan Terjaring Razia Gabungan di Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan kendaraan roda empat maupun roda dua, terjaring petugas dalam razia gabugan yang digelar Dispenda Samsat Kota Banjar, Dinas Pehubungan dan Satlantas Polresta Banjar, Selasa pagi (20/10/2015), sekitar jam 09.00 WIB.

Razia gabungan yang digelar di Jl. Husein Kartasasmita dan Jl. Parungsari, Kota Banjar itu, tujuannya untuk mengurangi angka kendaraan yang tidak melakukan daftar ulang (KTMDU).

Kepala Cabang Pelayan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Jawa Barat Bagian Wilayah Banjar, Dra. Iis Nurtista, M.Si., mengatakan, razia gabungan ini sangat efektif, sehingga akan berdampak mengurangi jumlah KTMDU.

“Dengan adanya razia seperti ini sangat efektif, karena si pengendara atau pemilik kendaraan yang belum bayar pajak, ternyata banyak yang melunasinya saat digelar razia,” ujarnya, kepada HR.

Iis menyebutkan, dari 60 ribu lebih kendaraan yang tercatat di Samsat Banjar, sebanyak 5.327 unit kendaraan diantaranya belum mendaftar ulang, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kendaraan yang belum membayar pajak itu terdiri 10 persen mobil, dan 90 persen sepeda motor. Semuanya terhitung dari Januari 2015 hingga sekarang. Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan razia gabungan rutin ini setiap tiga bulan sekali. “Pajak bukan untuk main-main melainkan untuk pembangunan,” tandas Iis.

Dijumpai di tempat yang sama, KBO Lantas Polresta Banjar, Ipda. H. Erlan Suganda, menambahkan, dalam razia gabungan ini, pihaknya mengutamakan penegakan disiplin kepada masyarakat atau pengguna jalan, agar selalu mematuhi peraturan lalu-lintas.

“Selama ini masih banyak masyarakat yang belum mematuhi perarturan lalu-lintas, seperti tidak memiliki SIM, atau surat-surat kendaraannya yang pajaknya sudah mati,” terangnya.

Erlan menyebutkan, dalam razia gabungan kali ini, petugas berhasil menjaring 803 unit kendaraan, terdiri dari kendaraan umum sebanyak 48 unit, sepeda motor 620 unit, dan mobil sebanyak 135 unit. Semuanya terbukti telah melanggar peraturan lalu-lintas.

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat supaya mematuhi peraturan lalu-lintas, termasuk melengkapi surat-surat kendaraannya, serta memakai perlengkapan saat akan berlalu-lintas. Seperti helm bagi pengendara sepeda motor, dan bagi pengendara mobil harus menggunakan safety belt. Hal itu untuk mengantisipasi kecelakaan lalu-lintas. (Hermanto/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA