Cegah Longsor dan Erosi, Perhutani Ciamis Mulai Pantau Curah Hujan

Petugas Perhutani Ciamis saat melakukan pengukuran curah hujan dengan menggunakan alat Obrometer yang terpasang di kantor Perhutani. Foto: Eli Suherli/HR

IMG-20151110-00242

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

KPH Perhutani Ciamis mulai melakukan pengukuran angka curah hujan dengan menggunakan alat Obrometer yang terpasang di kantor Perhutani. Hal itu dilakukan untuk mengetahui seberapa tinggi curah hujan guna mengantisipasi kemungkinan longsor dan erosi yang terjadi di wilayah hutan Perhutani Ciamis yang tersebar di wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran.

Kaur Humas Perhutani Ciamis, Aan Herliaman, mengatakan, meski angka curah hujan tidak terlalu tinggi, namun pengukuran curah hujan perlu dilakukan. Hal itu, menurutnya, dibutuhkan untuk menganalisa kondisi kawasan hutan setelah memasuki musim penghujan.

“Air yang ada di obrometer itu setiap hari dari mulai jam 8 pagi diambil dengan menggunakan alat ukur ketinggian. Dengan begitu, angka curah hujan dapat diketahui untuk bahan tindalanjuti kami dalam menjaga kawasan hutan agar titik-titik hutan yang rawan erosi dan longsor bisa terpantau,” ungkapnya, kepada HR Online, Minggu (16/11/2015).

Menurut Aan, pengecekan curah hujan dengan menggunakan Obrometer bukan hanya di kantor KPH Perhutan Ciamis saja, melainkan di setiap BKPH pun dilakukan pengukuran setiap hari.

“Dari data yang diperolah dari alat ini, bisa menganalisa curah hujan dengan sampel data perminggu. Setelah dianalisa, kami kemudian menyimpulkan apakah angka curah hujan saat ini bisa berdampak terhadap bencana atau tidak. Karena tidak dipungkuri banyak titik di kawasan hutan Perhutani Ciamis yang rawan longsor dan erosi,” ujarnya.

Menurut Aan, kawasan hutan yang terancam longsor dan erosi biasanya berada di hutan produksi yang beberapa bulan ke belakang dilakukan penebangan. “ Data angka curah hujan ini kemudian kami kaji dengan kondisi di lapangan. Apabila menurut kajian sebuah kawasan hutan berpotensi erosi dan longsor, kami langsung melakukan tindakan salah satunya dengan melakukan penanaman pohon dan memperbaiki tebing-tebing yang berpotensi longsor,” ujarnya. (es/R2/HR-Online)

Loading...