Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita BanjarIni Cara Distan Banjar Tingkatkan Produksi Padi

Ini Cara Distan Banjar Tingkatkan Produksi Padi

Dinas Pertanian Kota Banjar bersama Kelompok Tani Sindang Bagja I, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, tengah mengaplikasikan sistem tanam padi Jajar Legowo di lahan sawah setempat. Photo: Nanang Supendi/HR.

IMG_20151102_194752Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Masa tanam kali ini, Dinas Pertanian (Distan) Kota Banjar bersama Kelompok Tani (Poktan) Sindang Bagja I, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, mengaplikasikan sistem tanam padi Jajar Legowo di lahan sawah setempat, Senin (02/11/2015).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Kota Banjar, Ir. Agus Kostaman, mengatakan, pihaknya tidak cukup hanya melakukan sosialisasi dan memberikan teori kepada petani, tetapi penting juga mengaplikasikannya melalui praktek langsung di sawah.

“Jadi masyarakat atau petani bukan sekedar hanya mendengar dan menerima informasi tentang manfaat menerapkan system tanam padi ini saja, perlu mempraktekkannya agar dapat merasakan kemanfaatannya,” kata Agus, kepada HR Online.

Hal itu dilakukan juga sebagai upaya mendorong untuk perubahan dalam rangka meningkatkan hasil produksi padi, khusunya di wilayah Kota Banjar, dan umumnya mendukung program swasembada pangan nasional.

“Apa yang dilakukan Poktan Sindang Bagja I ini dapat dituruti dan diterapkan pula oleh petani lainnya. Sehingga kedepan, dalam jangka waktu menengah petani Kota Banjar diharapkan seluruhnya melakukan sistem tanam padi Jajar Legowo,” harap Agus.

Menurut dia, dorongan proyek perubahan itu jelas bukan tanpa alasan. Sebab, berdasarkan inovasi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian berupa sistem tanam jajar legowo 2:1 telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi di Jabar, yakni mampu menghasilkan produktivitas padi lebih tinggi 1,33 ton per hektare dari sistem tanam tegel atau konvensional.

Atas fakta tersebut, maka betapa pentingnya untuk meningkatkan produksi dan produktifitas padi, khususnya di Kota Banjar melalui upaya inovasi teknologi pertanian tepat guna sesuai spesifik lokasi. (Nanks/R3/HR-Online)