Sekolah di Banjar Jual Buku LKS Disoal

Salah satu bukti kwitansi pembayaran pembelian LKS dari orang tua murid di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Banjar. Photo: Hermanto/HR

LKS edit

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Meski sudah ada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 tentang larangan tenaga pendidik, baik guru atau dinas pendidikan, secara langsung atau tidak langsung menjual atau menjadi distributor buku sekolah, baik buku Lembar Kerja Siswa (LKS) maupun buku paket. Namun, di salah satu SD Negeri di Kota Banjar, masih ada praktek jual beli buku LKS.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Wakil Ketua KNPI Kota Banjar, Wahidan. Dia menilai, adanya pembelian LKS tentu akan menambah beban biaya wali murid. Selain itu, juga sebuah bentuk pembodohan terhadap peserta didik. Karena menurutnya, dengan adanya LKS membuat peserta didik malas untuk membaca buku.

“Kami sudah mengantongi cukup bukti mengenai masih adanya peredaran LKS di sekolah dasar,” ucapnya, kepada HR, Senin (16/11/2015) lalu.

Menurut Wahidan, modus yang ditemukan di lapangan, biasanya pihak sekolah akan mengarahkan peserta didik supaya membeli LKS ke salah satu penerbit, atau bahkan sekolah memesan LKS tersebut dan menjualnya langsung kepada murid atau orang tua murid.

Pihaknya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, untuk turun ke lapangan, karena disinyalir masih ada peredaran LKS di sekolah, dan diduga ada keterlibatan langsung pihak sekolah. (Hermanto/Koran-HR)