Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita BanjarBanyak Pembalap Mencium Aspal di Kejurda Road Race Seri 5 Banjar

Banyak Pembalap Mencium Aspal di Kejurda Road Race Seri 5 Banjar

Aspal yang masih baru ditambah trek dengan tikungan tajam, mengakibatkan dua pembalap terjatuh saat mengikuti Kejurda road race seri ke-5 di Kota Banjar, di sirkuit Sport Centre, Langensari Kota Banjar, Minggu (27/12/2015). Photo : Hermanto/HR.

Banyak Pembalap Mencium Aspal di Kejurda Road Race Seri 5 Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dengan aspal yang masih baru, banyak pembalap yang merasa kesulitan untuk menaklukan sirkuit Sport Centre, Langensari Kota Banjar. Pasalnya, daya cengkram ban dengan aspal yang masih baru tersebut kurang maksimal.

Tak ayal, ratusan pembalap dari berbagai tim yang mengikuti Kejurda road race seri ke-5 di Kota Banjar ini, banyak yang terjatuh.

Tercatat, lintasan yang paling kerap mengakibatkan pembalap ‘mencium aspal’ adalah di tikungan R14 dan R15 atau tikungan terakhir sebelum finish. Karena, kedua tikungan tersebut merupakan tikungan tajam berbentuk leter U.

Riefsa Firdaus, salahsatu pembalap dari Kota Banjar mengatakan, bahwa di kedua tikungan tersebut memang sudah berkali-kali terjadi insiden pembalap terjatuh. Karena selain lintasan baru di hotmix, tikungan tersebut pun tikungan mati.

Menurutnya, disebut tikungan mati karena sebelum memasuki tikungan R14 atau leter U, pembalap sedang gaspol atau gigi perseneleng berada pada top gear, lalu tiba-tiba harus engine break dan turun gigi hingga gigi satu.

“Nah di sinilah para pembalap banyak yang terjatuh karena saling tutup jalur, main gesrekan, bahkan ada yang langsung bodi contack lalu akhirnya terjatuh,” ujarnya kepada HR Online, Minggu (27/12/2015) di Padock timnya.

Beruntung, dengan rentetan insiden terjatuhnya para pembalap di sirkuit tersebut, tidak menimbulkan cedera yang serius.

“Pembalap terjatuh dari motornya itu sudah biasa, dan cederanya pun tidak akan parah, asalkan menggunakan wearpak yang sesuai dengan standar keamanan balap,” katanya. (Hermanto/R5/HR-Online)

- Advertisment -