Dai Kondang Ahmad Al-Habsyi Hadir di Langensari Banjar

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dai kondang, Ahmad Al-Habsyi, memberikan tausiyah dalam acara tabligh akbar menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, yang digelar di Alun-alun Langensari, Kota Banjar, pada Selasa malam (08/11/2015).

Kedatangan ustad kondang tersebut tak lain untuk memenuhi undangan masyarakat Kecamatan Langensari. Dalam tausiyahnya, Ahmad Al-Habsyi mengajak mustami dan segenap warga Kota Banjar, untuk melakukan revolusi mental menuju ahlakul karomah.

“Revolusi mental itu perbaikan akhlak, moralitas, yang nantinya untuk menuju akhlakul karomah. Jadi ini harus dimiliki dan penting dilakukan,” ucapnya.

Ahmad Al-Habsyi juga menjelaskan, bahwa revolusi mental dapat diaplikasikan dengan kembali lebih menggerakan tradisi mengaji di kalangan masyarakat, memasukkan karakter ke-Islaman dalam konteks kegiatan model Islam, dan lainnya.

Sementara itu, ketua panitia kegiatan tabligh akbar, Wahyuding Ngarip, mengatakan, kegiatan ini diawali dan digagas oleh beberapa tokoh masyarakat Langensari, untuk berupaya terus meningkatkan akhlakul segenap warga di lingkungan, khususnya di wilayah Kecamatan Langensari, sekalgus sebagai bentuk syiar Islam.

“Ada kesempatan dalam waktu sehari ini, ustad Al-Habsy mengisi pengajian di daerah Kabupaten Cilacap. Makanya kita undang juga untuk mengisi pengajian di Langensari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Wahyuding menyebutkan, pengajian digelar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya tabligh akbar, diharapkan dapat mendorong masyarakat meneladani Rasululloh, dan meningkatkan nilai-nilai keyakinan dalam beribadah menurut syriat Islam.

“Ahmad Al-Habsyi dalam setiap pencerahan rohaninya mampu memberikan fatwa-fatwa yang sangat mengena. Terbukti, mustami yang merasa bersalah bisa menangis setelah mendengar dan memanjatkan do’a,” tukasnya.

Menurut Wahyuding, kondisi sekarang ini masih banyak masyarakat yang belum mampu memiliki dan membawa akhlak yang baik. Sehingga, perlu digali sekaligus dibangkitkan sanubarinya melalui semangat revolusi mental.

“Mari kita lakukan perubahan untuk perbaikan menuju menjadi lebih baik lagi, karena konsep manusia baik itu harus barokah, berguna bagi nusa bangsa serta agama,” pungkasnya. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA