Masalah Geologi & Sumber Daya Mineral Disoroti Pemkab Ciamis

Wacana Pindah Wilkum ke Banjar, Bupati Ciamis Enggan Berpolemik

Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin

Wacana Pindah Wilkum ke Banjar, Bupati Ciamis Enggan Berpolemik

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Selain mengulas soal pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifin, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, juga menyoroti masalah geologi dan sumber daya mineral yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis.

Pada kesempatan itu, Iing menjelaskan, Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral adalah salah satu Bidang pada Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Ciamis.

Menurut dia, Bidang Geologi dan SDM dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 17 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah serta Peraturan Bupati Ciamis No. 47 Th 2008 tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Unsur Organisasi Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi dan Sumber Daya Mineral.

Program Kegiatan Bidang Geologi dan SDM meliputi; Pertama, Pengembangan Sumber Daya Mineral dan Air Tanah. Kegiatannya antaralain, Kajian Rencana Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi Air Tanah, Pembangunan Sarana Air Bersih Melalui Pemboran Air Tanah dan Kajian Penyusunan Peta Zonasi Cekungan Air Tanah.

Kedua, Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam. Kegiatannya yaitu, Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber – Sumber Air. Dan ketiga, Program Pembinaan serta Pengawasan Bidang Pertambangan. Kegiatannya antaralain, Monitoring Pengawasan dan Pengendalian Bidang Geologi dan pertambangan, Penyebaran Peta Daerah Rawan Bencana Alam Geologi, dan Kajian Geoteknik pada Lokasi Terjadinya Gerakan Tanah.

Lebih lanjut, Iing menuturkan, implementasi Kajian Rencana Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi Air Tanah adalah kegiatan pendugaan geolistrik. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data potensi air tanah. Sejak tahun 2004-2015, pendugaan geolistrik telah dilaksanakan mencakup 263 titik di 164 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

Selanjutnya, Pembangunan Sarana Air Bersih melalui Pemboran Air Tanah. Pada Tahun Anggaran 2014 melalui Dana APBD Ciamis, terealisasi pembangunan sarana air bersih melalui pemboran air tanah di Desa Cintanagara Kec. Jatinagara. Dan di tahun 2015 melalui Dana APBD Kab. Ciamis, dilaksanakan di Desa Andapraja Kec. Rajadesa.

“Dan melalui Dana APBN tahun 2005-2014 telah terealisasi pembangunan sarana air bersih melalui pemboran air tanah di 13 lokasi yang tersebar di 9 kecamatan. Sedangkan dari dana APBD Prop. Jabar sejak 2009-2015 telah terealisasi pembangunan sarana air bersih melalui pemboran air tanah di 5 lokasi,” katanya.

Kemudian, Kajian Penyusunan Peta Zonasi Cekungan Air Tanah. Kegiatan Kajian Penyusunan Peta Zonasi Cekungan Air Tanah baru dapat dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2015. Selanjutnya, Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan Sumber-Sumber Air. Kegiatan dalam upaya konservasi sumber daya air diantaranya melalui kegiatan pembuatan lobang resapan biopori dan sumur resapan air hujan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkecil air larian (run off) pada saat musim hujan dan memperbesar resapan (infiltrasi) air hujan kedalam tanah.

Pada Tahun Anggaran 2014 dilaksanakan pembuatan Lubang Resapan Biopori Sebanyak 1500 titik yang tersebar di Kecamatan Banjarsari, Rancah, Pamarican, Ciamis, Cikoneng, Baregbeg, Cihaurbeuti, Kawali, Sindangkasih dan Cijeungjing.

“Pada Tahun Anggaran 2015, kegiatan Konservasi Sumber Daya Air akan dilaksanakan melalui pembuatan sumur Resapan Air Hujan sebanyak 15 titik lokasi,” katanya.

Selanjutnya, kegiatan Monitoring Pengawasan dan Pengendalian Kegiatan Air Tanah bertujuan secara periodik melaksanakan inventarisasi, pengawasan, pembinaan terhadap para pengguna air tanah, khususnya para pengguna yang memanfaatkan air tanah untuk kegiatan usaha.

Berdasarkan hasil kegiatan ini, jumlah pengguna air tanah di Kabupaten Ciamis sebanyak 56 pengguna. Dengan jumlah sumur pengambilan air tanah sebanyak 62 titik. Titik pengambilan air tanah berupa sumur bor 26, sumur pantek 6, sumur gali 28, dan penurapan mata air 2 buah.

Selain itu, pasca Kabupaten Pangandaran terbentuk, potensi keberadaan sumber daya mineral di Kabupaten Ciamis sangat terbatas dengan variasi jenis mineral tanah liat, batu, pasir, mineral phospat, pasir kwarsa, dan batu kapur. Sebaran batu kapur berada pada dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Pamarican dan Banjarsari.

Berdasarkan hasil inventarisasi, pembinaan dan pengawasan yang dilaksanakan, bahwa sebagian besar pelaku usaha dalam pemanfaatan dan pengusahaan sumber daya mineral adalah berbentuk perorangan, dengan mineral terbanyak yang diusahakan berupa tanah liat yang dipergunakan untuk pembuatan batu bata merah. Diurutan kedua adalah pemanfaatan dan pengusahaan pasir yang juga banyak diusahakan oleh usaha perorangan.

Merujuk pada luas area yang diusahakan pemanfaatan dan pengusahaan, phospat menduduki urutan pertama. Hal ini terjadi disebabkan karena pengusahaannya oleh perusahaan yang mempunyai IUP operasi produksi mencapai 20 Hektar.

Terkait Penyebaran Peta Daerah Rawan Bencana Alam Geologi, sebagai upaya mitigasi dari tahun 2004 – 2015, telah dilaksanakan Pemetaan Zona Kerentanan Gerakan Tanah di 17 kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Panawangan, Rajadesa, Rancah, Panjalu, Sukamantri, Kawali, Cipaku, Tambaksari, Jatinagara, Cisaga, Sukadana, Panumbangan, Lumbung, Cihaurbeuti, Baregbeg dan Sadananya.

Kajian Geoteknik pada Lokasi Terjadinya Gerakan Tanah. Kajian ini bertujuan sebagai upaya mitigasi untuk memberi rekomendasi penanganan gerakan tanah pada lokasi terbatas yang akan mengancam permukiman agar dapat meminimalisir ancaman gerakan tanah (longsor).

Sampai saat ini telah dilaksanakan sebanyak 3 lokasi kajian geoteknik, diantaranya tahun 2015, kecamatan yang telah dilakukan Kajian Geoteknik Gerakan tanah yaitu di Kecamatan Cikoneng Desa Nasol dan Sindangsari. (Deni/Koran-HR)

Loading...