Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaBerita BanjarPemdes Rejasari Banjar Bagikan 527 Bibit Lengkeng kepada Warganya

Pemdes Rejasari Banjar Bagikan 527 Bibit Lengkeng kepada Warganya

Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya, bersama staf dan kelembagaan desa, serta Babinmas dan Babinsa, dalam kegiatan pembagian bibit buah lengkeng kepada warganya, bertempat di halaman kantor desa setempat. Photo: Nanang Supendi/HR.

Desa Rejasari Bibit LengkengBerita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakatnya melalui Program Kawasan Rumah Pangan Lestrasi (KRPL), Pemerintah Desa (Pemdes) Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, membagikan 527 bibit buah lengkeng, Sabtu (05/12/2015), di halaman kantor desa.

Bibit tersebut diserahkan langsung oleh kepala desa beserta stafnya dan dibantu BPD, LPM, Babinsa serta Babinmas. Kepala Desa Rejasari, Nanang Sunarya, mengatakan, bibit lengkeng dibagikan kepada masyarakat secara merata di empat dusun.

“Bibit tanaman buah yang dibagikan ini yakni jenis Lengkeng, jumlahnya sebanyak 527 bibit. Tapi tak semua warga mendapatkannya. Kita bagi dan coba untuk ditanam di pekarangan rumah Ketua RT, RW, Kader Posyandu, DKM dan DKL, serta sebagian warga,” tuturnya, kepada HR, saat ditemui disela-sela kegiatan.

Nanang juga mengatakan, memanfaatkan pekarangan rumah dengan tanaman beragam pangan, salah satunya bibit buah lengkeng, diharapkan hasilnya mampu berkembang. Sehingga kedepan, atau di tahun berikutnya, warga yang sekarang belum kebagian akan diberi bantuan serupa.

Selain itu, pihaknya juga berharap dampak dari program tersebut dapat membantu warganya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarganya sehari-hari, termasuk berkaitan dengan penataan ekonomi rumah tangga.

Ketua BPD Rejasari, Abdul Kholik, menambahkan, Desa Rejasari perlu melakukan percepatan pengembangan konsumsi pangan lestari. Hal itu sebagai upaya dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat Kota Banjar, khususnya masyarakat Rejasari.

“Bila warga tidak memiliki pekarangan rumah, kami arahkan bibit lengkeng ini dapat ditanam di dalam polybag. Alhasil, setiap rumah tangga mampu menghasilkan produk pangan secara mandiri,” ujarnya.

Warga yang mendapatkan bantuan bibit akan dibimbing, baik mengenai cara perawatannya maupun cara penggunaan pupuk yang disesuaikan dengan kultur tanah. Untuk kedepannya, setiap rumah tangga diharapkan bisa mengoptimalisasi sumber daya yang dimiliki. Termasuk melalui pekarangan dalam menyediakan pangan bagi keluarganya. (Nanks/Koran-HR)