Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita BanjarPemkot Banjar Tak Gelar Hiburan di Malam Tahun Baru

Pemkot Banjar Tak Gelar Hiburan di Malam Tahun Baru

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Pemkot Banjar Tak Gelar Hiburan di Malam Tahun Baru

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Perayaan malam pergantian tahun 2015-2016 di Kota Banjar nampaknya akan sepi. Pasalnya, Pemerintah Kota Banjar tidak akan menggelar acara hiburan rakyat seperti malam tahun baru sebelumnya.

Hal itu disampaikan Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, S.IP., M.Si., kepada HR, saat ditemui usai apel gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya 2015, di halaman Makopolresta Banjar, Rabu (23/12/2015).

“Pemkot Banjar tidak akan mengadakan kegiatan apa-apa pada malam tahun baru nanti. Silahkan saja kalau masyarakat akan menggelar hiburan,” katanya.

Ade meminta, pada malam pergantian tahun 2015-2016 nanti, masyarakat Banjar berdzikir, karena tantangan ke depan akan lebih berat. Dengan berdzikir, maka Kota Banjar akan lebih barokah.

Lebih baik masyarakat berdzikir. Kalaupun ada masyarakat yang akan merayakan tahun baru, saya berpesan jangan sampai berlebihan, sebab sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik,” imbuh Ade, sambil tersenyum.

Pernyataan Walikota Banjar tersebut ditanggapi oleh mantan anggota DPRD Kota Banjar periode 2004-2009, Solihin. Menurut dia, hiburan pada malam tahun baru merupakan pesta rakyat.

“Apapun alasannya, pemerintah seharusnya bisa menghibur rakyatnya. Kalau memang terkendala dana, ya tinggal cari sponsor lah, yang penting bentuk hiburannya positif. Seperti contoh seni budaya wayang golek, panggung musik, dan hiburan positif lainnya,” ujar Solihin, kepada HR, Senin (28/12/2015).

Pendapat serupa dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Banjar, Herher Rohilin. Menurutnya, pernyataan walikota seperti itu merupakan kebijakan yang salah. Karena dalam hal ini, perayaan atau pagelaran hiburan pada malam tahun baru merupakan kebutuhan rakyat.

“Jika kebutuhan masyarakatnya tidak terpenuhi, saya khawatir nantinya ada konsekuensi lain, yakni pemberontakan dari dalam jiwa di masyarakat. Selama hiburannya masih positif dan masih diambang sehat, kenapa tidak digelar,” kata Herher.

Dia juga mengaku khawatir, jika benar-benar tidak ada hiburan seni maupun hiburan positif lainnya pada malam tahun baru nanti, para pelaku seni atau kreatifitas kaum muda di Kota Banjar ini akan merasa didiskriminasi.

Terkait Walikota Banjar mengajak masyarakatnya untuk berdzikir pada malam tahun baru, Herher mengaku dirinya pun sangat setuju, karena dzikir merupakan kewajiban bagi setiap muslim.

“Saya setuju dengan pernyataan Walikota Banjar. Sebab, dzikir merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang harus dilakukan setiap waktu, dan bukan hanya pada malam tahun baru saja,” pungkasnya. (Hermanto/Koran-HR)

- Advertisment -