Selasa, Juni 28, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariSantri di Ciamis Dianiaya Pengasuhnya, Orangtuanya Lapor Polisi

Santri di Ciamis Dianiaya Pengasuhnya, Orangtuanya Lapor Polisi

Handoko dan Juminah, warga Dusun Tugusari RT 08/RW 06 Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, saat melaporkan kasus penganiayaan yan menimpa anaknya di Mapolsek Banjarsari, Minggu (27/12/2015). Foto: Suherman/HR

Santri di Ciamis Dianiaya Pengasuhnya, Orangtuanya Lapor Polisi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Handoko dan Juminah, warga Dusun Tugusari RT 08/RW 06 Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, mendatangi Mapolsek Banjarsari untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya, Anis Aulia (14), Minggu (27/12/2015).

Anis dikabarkan dianiaya oleh perempuan berinisial S, istri dari seorang pengasuh pondok pesantren yang berada di Desa Purwasari Kecamatan Banjarsari pada Senin (21/12/2015) lalu. Dihadapan polisi, Anis mengaku dianiaya dengan cara dipukul menggunakan gagang sapu dan ditendang di bagian leher dan dagu.

“Saya dipukul oleh ibu pakai gagang sapu di bagian kepala, punggung dan lengan. Kejadiannya sekitar pukul 11.30 WIB hari Senin lalu. Ibu memukul lebih dari sepuluh kali. Selain itu, saya juga ditendang di bagian leher dan dagu,” terangnya, saat menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polsek Banjarsari, Minggu (27/12/2015).

Anis menambahkan, dirinya dipukul oleh pengasuhnya karena dituding menyembunyikan rahasia. Kata dia, dirinya dituding menyembunyikan rahasia anak ibu pengasuh yang meminjam uang kepada tetangganya.

“Saat itu lagi bersih-bersih, saya dipanggil sama ibu. Kemudian disuruh duduk di bawah dan ditanya sama ibu. Ibu nanya gini, “wis sok ceritake ma ibu. Ibu wis weruh sekabehe (Sudah ayo bilang sama ibu. Ibu sudah tahu segalanya),” katanya menirukan perkataan ibu pengasuhnya.

Namun, kata Anis, karena tidak mengerti dengan maskud perkataan ibu pengasuhnya, dirinya pun hanya terdiam. Karena itulah, lanjut dia, kemudian ibu pengasuhnya marah-marah dan melakukan penganiayaan.

Anis mengaku dirinya memang pernah mengantar anak ibu pengasuh untuk meminjam uang kepada tetangganya. Namun, kata anis, dirinya tidak mengetahui jika itu diluar pengetahuan orang tuanya. “Saya kan tidak tahu. Waktu itu cuma mengantar saja,” katanya.

Akibat penganiayaan tersebut, Anis mengalami luka lebam di bagian kepala, leher tangan serta punggung. “Akibat dipukul, kepala, pundak, tangan, leher dan rahang saya sakit. Untuk bicara saja saya sakit, apalagi makan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Juminah (35), ibu kandung korban, saat dipintai keterangan di Mapolsek Banjarsari mengaku kecewa atas perbuatan pelaku yang telah menganiaya anaknya.

“Jelas saya tidak terima atas perlakuan ini. Anak saya dipesantrenkan untuk menuntut ilmu, bukan malah dianiaya seperti ini,” tegasnya.

Juminah juga mengatakan, saat kejadian menimpa puterinya, dirinya mengaku tengah bekerja di Jakarta. “Saat mendengar kabar mengenai anak saya, langsung saya pulang kampung pada Jum’at (26/12/2015) kemarin. Setelah melihat kondisi anak saya yang mengalami luka lebam, langsung pada waktu itu juga dibawa berobat ke dokter,” terangnya.

Kapolsek Banjarsari AKP Deni Syarif.SE didampingi Panit Reskrim Aiptu Syakur, SH membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami telah menerima pengaduan dari korban. Dan kami kini tengah mendalami kasus ini dengan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi. Untuk menguatkan pemeriksan, kami juga akan segera memanggil terlapor untuk dipintai keterangannya” katanya. (Suherman/R2/HR-Online)

- Advertisment -