Tamkot Banjar Diduga Masih Kerap Dijadikan Tempat Mesum

Suasana Taman Kota Banjar (Tamkot) saat malam hari terlihat remang akibat kurang lampu penerangan. Sejumlah pihak menduga taman tersebut masih sering dijadikan tempat mojok pasangan remaja dan pesta miras. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Selain menjadi tempat hiburan untuk warga, Taman Kota (Tamkot) yang berada di Jl. Mayjen. Didi Kartasasmita, Kota Banjar, diduga masih kerap dijadikan tempat mesum ajang pesta miras pada malam hari.

Hal itu terbukti saat HR menelusuri tempat tersebut pada Sabtu malam (29/11/2015), sekitar jam 23.00 WIB, berhasil memergoki sepasang remaja yang sedang “indehoy” di belakang panggung permanen yang ada di Tamkot. Selain itu, juga menemukan sejumlah botol bekas minuman keras.

Salah seorang pedagang yang ada di taman tersebut, Agus (38), mengungkapkan, bahwa setiap malam Taman Kota ini memang sering dipakai tempat mojok. Bahkan, yang lebih miris lagi mereka rata-rata masih usia remaja.

“Ini sudah keterlaluan, apalagi mereka bercumbunya di tempat umum, dan kebanyakan dari mereka itu masih remaja,” tuturnya, kepada HR, Sabtu malam (29/11/2015), sekitar jam 23.30 WIB.

Dirinya berharap kepada petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap para remaja yang sering berbuat tidak senonoh di lokasi itu. Karena, hal ini membuat suasana Tamkot tidak nyaman bagi pengunjung taman.

Tidak hanya dijadikan tempat mesum saja, Tamkot pun diduga kerap dijadikan tempat pesta miras. Seperti dikatakan Dicky (35), salah seorang warga Banjar. Pasalnya, sering ditemukan bekas botol minuman keras di belakang panggung permanen Tamkot.

“Saya sangat prihatin, peredaran miras di Banjar masih tinggi, ditambah lagi dengan banyaknya pelaku seks bebas di kalangan remaja,” ujar Dicky.

Permasalahan tersebut ditanggapi oleh Yayan Bonis, pengamat sosial budaya Kota Banjar. Menurut dia, semestinya ada pengelola langsung atau tim di lapangan. Selain itu, juga penerangan lampu di taman harus ditambah, karena lampu yang ada sekarang belum maksimal.

“Seharusnya sewaktu-waktu ada sweeping dari petugas Satpol PP dan aparat kepolisian. Kalau dibiarkan akan menjadi snow ball atau bom waktu. Jadi intinya, semua pihak harus peduli dan bekerja maksimal menangani masalah ini,” katanya, kepada HR, Senin (30/11/2015).

Bonis juga berharap, di Taman Kota ini kedepannya mesti ada event yang mengandung edukasi, baik melalui seni budaya maupun sosialisasi-sosialisasi dari instansi-instansi terkait.

Sementara itu, Sudiono (57), pengelola Taman Kota Banjar, membantah jika Tamkot sering dipakai tempat mesum. Kalaupun ada di tempat gelap, para remaja tersebut hanya nongkrong-nongkrong saja dan tidak berbuat mesum.

“Meski di tempat gelap, mereka hanya nongkrong-nongkrong saja dan jajan di warung yang ada, tapi kalau berbuat mesum saya belum pernah menemukannya,” tegasnya.

Namun, dia pun setuju jika pemerintah kota melalui instansi terkaitnya, menambah lampu penerangan agar Tamkot tidak terkesan remang atau gelap. (Hermanto/Koran-HR)