Usulan 6 Kecamatan di Ciamis Pindah Wilkum ke Banjar Masih Pro Kontra

Pertemuan antara Tim Kajian Polda Jabar dan Masyarakat dari enam kecamatan, di Aula Kecamatan Banjarsari, Rabu (16/12/2015), membahas soal perpindahan wilayah hukum. Photo: Suherman/ HR

IMG_20151216_092502

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Adanya usulan 6 kecamatan di Kabupaten Ciamis pindah wilayah hukum (Wilkum) dari Polres Ciamis ke Polres Kota Banjar tampaknya masih menuai pro dan kontra di masyarakat. Meski banyak pihak yang menolak terhadap usulan tersebut, tetapi banyak pula unsur masyarakat yang mendukung.

Hal itu terungkap ketika puluhan Kepala Desa, tokoh masyarakat, ulama dan pemuda dari Kecamatan Banjarsari, Lakbok, Pamarican, Purwadadi, Cisaga dan Cimaragas, menggelar pertemuan dengan Tim Kajian Polda Jabar, di Aula Kecamatan Banjarsari, Rabu (16/12/2015). Pertemuan itu membahas terkait wacana perpindahan wilayah hukum dari Kabupaten Ciamis ke Kota Banjar. [Berita terkait: Usulan 6 Kecamatan di Ciamis Pindah Wilkum, Polda Jabar ‘Turun Tangan’]

Kepala Desa Ciherang, Banjarsari, Dedi Sugiarto, pada kesempatan itu menyampaikan secaa langsung penolakan perpindahan wilayah hukum. Dia juga mempertanyakan alasan serta kriteria terkait perpindahan wilayah hukum tersebut.

“Saya rasa upaya perpindahan wilayah hukum ini semata mata hanya keinginan sepihak saja, yaitu keinginan dari Polres Banjar. Apalagi ketika tadi sempat dibahas, jika pepindahan ini atas dasar pengajuan dari Polres Banjar ke Polda Jabar. Tetapi kenapa, keinginan itu seperti diplintir hingga seolah-olah masyarakat kami yang mengharapkannya. Sampai saat ini, kami masih merasa nyaman ada di wilayah hukum Polres Ciamis,” katanya.

Senada dengan itu, Surur Sugiarto, tokoh masyarakat Desa Karangpaningal, Purwadadi, juga dengan tegas menolak upaya perpindahan wilayah hukum itu. Dia beralasan, selama ini pelayanan dari Polres Ciamis masih cukup baik.

Carkin dan Dudung, tokoh masyarakat Cisaga, menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan terhadap wacana perpindahan wilayah hukum ke Polres Banjar. “Buat apa masuk wilayah hukum Polres Banjar jika penduduknya sendiri adanya di Ciamis. Jangan disamakan dengan Jabodetabek yang masuk ke Polda Metrojaya. Cisaga masih aman dan tidak merasa kekurangan pelayanan,” katanya.

Sementara itu, hal berbeda dilontarkan peserta audensi Uu Wijaya (67). Warga Banjarsari ini mengaku pernah mengajukan permohonan perpindahan wilayah hukum ke Polda Jabar. Ia pun menunjukkan arsip suratnya pengajuan tersebut dihadapan peserta pertemuan.

“Terus terang, saya merasa senang jika wilayah hukum dipindah ke Polres Banjar. Ini adalah jawaban yang telah lama saya tunggu. Karena selama 7 tahun kebelakang, yaitu  pada tahun 2008 silam, saya pernah melayangkan surat ke Polda Jabar. Saat itu saya memandang, pelayanan Polres Ciamis untuk wilayah Banjarsari sangat kurang. Selain itu, jarak tempuh ke Polres Ciamis sangat jauh. Jadi pada saat itu saya berkehendak untuk mengajukan penggabungan wilkum ke polres banjar dengan alasan agar pelayanan bisa lebih meningkat lagi,” katanya. (Suherman/Koran-HR)

Loading...