Senin, Juni 27, 2022
BerandaBerita CiamisBerita Banjarsari4 Tahun Berdiri, Pabrik Sabut Kelapa di Ciamis Ini Dilarang Beroperasi

4 Tahun Berdiri, Pabrik Sabut Kelapa di Ciamis Ini Dilarang Beroperasi

Pabrik pengolahan sabut kelapa yang beralamat di Dusun Cibenda, RT 13 RW 02, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis diprotes warga. Protes warga terjadi lantaran pabrik yang sudah beroperasi bertahun-tahun itu tidak mengindahkan lingkungan. Photo: Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pabrik pengolahan sabut kelapa yang beralamat di Dusun Cibenda, RT 13 RW 02, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis diprotes warga. Protes warga terjadi lantaran pabrik yang sudah beroperasi bertahun-tahun itu tidak mengindahkan lingkungan.

Kepala Desa Neglasari, Deni Nono Sunaryo, ketika ditemui Koran HR, Selasa (26/01/2016), mengatakan, pabrik itu menghasilkan limbat padat yang menggunung dan menimbulkan bau. Selain itu, pabrik sabut kelapa juga mengalirkan limbah cair ke areal sawah petani.

“Kami bersama Muspika Kecamatan sudah mengumpulkan tokoh masyarakat dan pengusaha. Kami duduk bersama membahas persoalan limbah pabrik sabut kelapa. Selain masalah limbah, pengusaha juga harus membenahi masalah perijinan. Ternyata, setelah empat tahun beroperasi pabrik itu belum mengantongi ijin,” katanya.

Deni menambahkan, pihaknya merasa kesal kepada pengusaha yang membuka pabrik sabut kelapa tanpa terlebih dulu mengajukan perijinan. Dia menyayangkan, meski mempekerjakan banyak warga, tapi pengusah tidak mengindahkan aturan.

Pada kesempatan itu, Deni menuturkan, hasil kesepakatan sementara, pabrik sabut kelapa tersebut tidak diperkenankan untuk beroperasi sampai proses perijinan usaha ditempuh oleh pihak pengusaha.

“Syarat selanjutnya adalah pihak pengusaha harus membuang limbah yang sudah menggunung dan mencemari lingkungan. Selama limbah belum dihilangkan, perusahaan tidak boleh melakukan kegiatan,” kata Deni.

Ditemui terpisah, Plt. Camat Pamarican, Deni, S.Ip, didampingi Kasie Pembangunan, Heliana Arief Soeratman, S.Sos, membenarkan limbah pabrik penggilingan sabut kelapa yang ada di Desa Neglasari sempat diprotes warga. Dia juga mengamini, pabrik tersebut belum mengantongi  ijin operasi seperti  IPPT, IMB, SIUP dan TDP.

“Dari hasil kesepakatan tadi, pihak pengusaha sudah bersedia untuk mengurus perijinan. Mudah-mudahan pihak pengusaha secepatnya mengurus perijinan agar para karyawan yang terdiri dari warga Pamarican bisa kembali bekerja. Kami juga mendukung perusahaan seperti ini, yang mampu menyerap tenaga dari daerah itu sendiri, namun tentunya dengan catatan, prosedur perijinan harus ditempuh,” pungkasnya. (Suherman/Koran-HR)

- Advertisment -