Minggu, Juni 26, 2022
BerandaBerita BanjarAlih Fungsi Lahan Pertanian di Kota Banjar Kian Mengkhawatirkan

Alih Fungsi Lahan Pertanian di Kota Banjar Kian Mengkhawatirkan

Sawah produktif seluas 50 bata di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, tampak sudah diurug rata, dan rencananya akan berubah fungsi jadi lahan untuk pembangunan mini market. Photo: Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Alih fungsi lahan pertanian di Kota Banjar terus terjadi dan semakin mengkhawatirkan. Terutama terhadap lahan persawahan yang lokasinya berada di pinggir jalan, banyak dijadikan sebagai tempat bisnis.

Seperti pantauan HR di lapangan, salah satunya di area sawah produktif di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, sedikitnya ada sekitar 50 bata yang sudah ditimbun atau diurug tanah.

Menurut keterangan Nandang (50), warga setempat sekaligus pemilik lahan sawah di lokasi yang sama, mengatakan, sawah seluas 50 bata itu sudah dijual pemiliknya, dan kini oleh pemilik baru sudah diurug tanah dan diratakan.

“Katanya sih di tempat ini rencananya akan dibangun tempat bisnis, yaitu sebuah mini market, namun saya tidak tahu mini market apa,” ungkapnya, kepada HR, pekan lalu.

Sebidang sawah yang akan berubah fungsi ini, menurutnya, tentu berdampak
negatif pada produksi pangan dan fisik lingkungan sekitarnya. Selain itu, secara tidak langsung juga akan mengancam pengembangan Banjar agropolitan.

“Tapi memang itu haknya pemilik untuk menjualnya kepada orang berduit, yang mungkin sedang membutuhkan,” tukas Nandang. (Nanks/Koran-HR)

- Advertisment -