Rabu, Juni 29, 2022
BerandaBerita CiamisBerita BanjarsariAturan Belum Jelas, ‘Pertamini’ Sudah Menjamur di Ciamis

Aturan Belum Jelas, ‘Pertamini’ Sudah Menjamur di Ciamis

Salah satu Pertamini yang sudah beroperasi di wilayah Kecamatan Pamarican. Photo : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium eceran menggunakan sistem digital atau disebut Pertamini sudah menjamur di wilayah Kabupaten Ciamis, salah satunya di Kecamatan Pamarican. Kuat dugaan Pertamini yang terdapat di wilayah tersebut belum mengantongi ijin dari instansi terkait.

Kasie Trantib Kecamatan Pamarican, Yanto Rusyana, saat dihubungi Koran HR, Senin (25/01/1016), mengatakan, seluruh Pertamini yang berjumlah lima titik di wilayah Pamarican belum terdaftar.

“Sudah ada lima Pertamini yang beroperasi. Dari kelimanya ini, belum ada satu pun pemiliknya yang datang untuk membuat perijinan,” kata Yanto.

Yanto mengaku sudah berkordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Ciamis, terkait menjamurnya penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran dengan sistem digital.

“Karena hingga saat ini belum ada kejelasan tentang aturan tersebut. Maka kami melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Disperindagkop. Hasil dari koordinasi, Disperindagkop belum bisa memberikan penjelasan apa-apa. Disperindagkop juga baru akan melakukan koordinasi ke tingkat provinsi. Hanya saja Disperindagkop belum memperbolehkan pihak kecamatan untuk mengeluarkan perijinan bagi Pertamini,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Pengawas SPBU Kertahayu, Dedi, saat ditemui Koran HR, Senin (25/01/2016), mengatakan, menjamurnya Pertamini di wilayah Pamarican sudah semestinya mendapatkan pengawasan dari pemerintah.

“Jelas pemerintah harus memberikan pengawasan terhadap keberadaan Pertamini. Pengawasan itu mulai dari uji kelayakan dan faktor keselematan lingkungan. Apakah tempat penyimpanan BBMnya sudah benar-benar aman atau sebaliknya. Para pemilik Pertamini juga memiliki alat pemadam kebakaran yang disiapkan di kiosnya apa tidak,”ucapnya.

Dedi juga menambahkan, selama ini pihaknya belum mengetahui secara jelas Pertamini mana saja yang melakukan pembelian BBM dari SPBU kertahayu. Menurut dia, pihaknya belum bisa membedakan antara para pembeli eceran biasa atau untuk Pertamini.

Penjualan eceran modern (Pertamini), kata Dedi, sebenarnya dilarang oleh Pertamina. Soalna, pada pertemuan beberapa waktu lalu, Pertamina sudah menjelaskan jika keberadaan Pertamini itu sebenarnya ilegal dan tidak diperbolehkan. (Suherman/Koran-HR)

- Advertisment -