Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita CiamisDuh...Seorang Nenek di Ciamis Gantung Diri

Duh…Seorang Nenek di Ciamis Gantung Diri

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Diduga frustasi dengan penyakit jantung dan paru-paru yang diidapnya beberapa tahun tidak kunjung sembuh, Suminah (60), warga Dusun Cimamut, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi, Jum’at (29/01/2016).

Aip Saepul Nurohim (12), cucu Suminah, sekaligus orang yang pertama kali menemukan korban sudah tergantung, mengatakan, waktu itu dirinya akan menengok neneknya.

“Saat berada di depan rumah, saya langsung memanggil nenek, tetapi tidak ada jawaban. Lalu saya membuka pintu, tapi pintu pun dikunci,” tutur Aip, kepada HR Online, saat ditemui di lokasi kejadian.

Karena merasa heran dengan keadaan rumah neneknya yang terkunci, Aip kemudian mencoba mengintip dari celah pintu belakang. Alangkah kagetnya saat mengintip terlihat tubuh neneknya sudah menggantung di kamar mandi.

“Dengan perasaan kaget saya langsung berteriak dan lari sambil memberitahu warga sekitar bahwa nenek gantung diri di kamar mandi,” ucap Aip.

Tak lama berselang warga pun berdatangan ke rumah Suminah, dan langsung mendobrak pintu belakang untuk memastikan kejadian gantung diri yang dilakukan Suminah.

Sementara itu, Dede, warga yang rumahnya tidak jauh dengan rumah korban, mengatakan, setelah mendengar teriakan Aip dengan menyebutkan “si ema ngagantung,” dirinya langsung lari ke rumah korban.

“Benar saja, pas pintu berhasil dibuka, tubuh Suminah mengantung di kamar mandi dan telah meninggal dunia,” katanya.

Menurut Dede, selama ini korban tidak pernah kemana-mana, terlabih Suminah suka mengeluh sakit-sakitan. Kalapun pergi, hanya saat berobat saja dengan diantar suaminya. Makanya ketika kejadian, Dede sangat kaget dan tidak menyangka Ema Suminah nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

“Atas kejadian ini, saya langsung memberitahu keluarganya dan melaporkan ke Polsek Ciamis. Ketika melihat sudah tergantung, saya maupun warga lainnya tidak berani menyentuh korban karena menunggu petugas kepolisian. Setelah ada petugas baru jasad korban diturunkan,” pungkas Dede. (es/R3/HR-Online)

- Advertisment -