Kamis, Juni 30, 2022
BerandaBerita PangandaranGara-gara Ini, Situs Karangtirta Pangandaran Kini Terbengkalai

Gara-gara Ini, Situs Karangtirta Pangandaran Kini Terbengkalai

Sumur tua yang berada di sekitar situs Karangtirta di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Setelah ambruk diterjang angin kencang, beberapa waktu lalu, situs cagar budaya Karang Tirta yang berada di Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, hingga kini belum diperbaiki. Akibatnya, situs yang konon memiliki nilai sejarah kerajaan masa lalu itu kini keberadaannya terbengkalai.

Hal itu seperti dikatakan Yanto, Tokoh Pemuda setempat. Menurutnya, sebelum ambruk, situs tersebut sempat direnovasi dan diperlihara oleh warga setempat. Namun, setelah terjadi bencana angin kencang yang menumbangkan pohon besar, situs itu terkena dampak dan mengalami kerusakan.

Yanto menambahkan, jika dilihat dari catatan sejarah, situs Karangtirta ini merupakan peninggalan Raja Mandala dan Petapa Sakti yang bernama Mbah Suronto Amijoyo asal Jawa Timur. Didekat lokai situs, terdapat sebuah sumur yang dalamnya 3 meter dan lebar 90 cm. “Meski sumurnya tidak terlalu dalam, namun sumur itu tidak pernah kering meski dilanda kemarau panjang,” ujarnya, kepada HR Online, Jum’at (22/01/2016)

Dengan begitu, lanjut Yanto, Pemkab Pangandaran harus segera membantu merenovasi situs tersebut. “Seharusnya yang memelihara situs cagar budaya itu pemerintah. Tetapi situs Karangtirta hingga saat ini masih diperlihara oleh wrarga setempat,” imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Camat Sidamulih Kabupaten Pangandaran, dr. Erik membenarkan hal itu. Dia mengatakan situs Karangtirta memiliki sejarah perjalanan Raja Mandala saat merantau dari Jawa Timur ke daerah selatan Jawa Barat atau tepatnya di daerah Pagnandaran. “Raja Mandala ini masih satu rentetan dengan Babad Cijulang,” ujarnya.

Erik pun menambahkan pihaknya sudah banyak mendapat aspirasi dari warga setempat agar pemerintah mengelola situs tersebut dengan baik. “ Aspirasi dari masyarakat pasti kita tampung untuk disampaikan ke pemerintah kabupaten. Memang situs Karangtirta ini sangat cocok untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi sejarah,” pungkasnya. (Ntang/R2/HR-Online)

- Advertisment -